PENDAPATAN TURUN, PETROSEA BUKUKAN LABA BERSIH US$1,06 JUTA DI SEMESTER I

PTRO – 14091104nn IQPlus, (03/08) – PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalami penurunan laba bersih di semester I tahun ini. Hal ini terjadi seiring dengan menurunnya pendapatan perseroan di periode tersebut.nnDalam laporan keuangannya, Senin, pendapatan yang dibukukan perseroan selama semester I tahun ini tercatat sebesar US$114,72 juta, turun 32,14% dari pendapatan yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.nnImbas dari turunnya pendapatan perseroan di semester I tahun ini membuat laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham turun 60,26% menjadi US$1,06 juta.nnSelain itu adanya bagian rugi bersih pengendalian bersama entitas sebesar US$1 juta semakin menggerus perolehan laba perseroan.nnBeban usaha langsung di semester I tahun ini tercatat sebesar US$96,52 juta, turun dari sebelumnya US$131,06 juta. Laba kotor turun menjadi US$18,20 juta dari sebelumnya US$38 juta. nnAdapun untuk laba sebelum pajak tercatat anjlok menjadi US$4,16 juta dari sebelumnya US$16,32 juta, dan laba bersih per saham menyusut jadi US$0.0011 per saham dari sebelumnya US$0.0027 per saham.nnSedangkan total aset sampai dengan akhir semester I tahun ini tercatat sebesar US$446,32 juta, turun dari sebelumnya US$467,73 juta pada akhir tahun 2014. (end/dd)n

SEMESTER I LINK NET CAPAI PERTUMBUHAN PENDAPATAN 22 PERSEN

LINK – 14070118nn IQPlus, (03/07) – PT Link Net Tbk (LINK) berhasil mencatat serangkaian kinerja yang baik pada semester pertama tahun ini dengan peningkatan pendapatan sebesar 22 persen menjadi Rp1,238 triliun dibandingkan periode semester pertama tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan adanya permintaan yang cukup banyak untuk layanan broadband dan televisi berbayar.nnPerseroan menurut keterangan pers yang diperoleh Senin, menambah 121.363 homes passed pada semester pertama. Perseroan juga mencatat perluasan dalam jumlah pelanggan (RGU) broadband dan televisi berbayar yang masing-masing mencatat menjadi 420.687 dan 392.850.nnLaba usaha semester pertama 2015 meningkat 20 persen menjadi Rp478 miliar dan laba bersih meningkat 13 persen mencapai Rp314 miiar. Pada 30 Juni 2015, Link net mengumumkan transaksi akuisisi 51 persen saham FMTV dengan jumlah Rp10 miliar. Akuisisi ini sejalan dengan strategi perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham melalui kerjasama yang lebih baik dalam layanan televisi berbayar. (end)n

BANK MEGA ALAMI KENAIKAN LABA 10,37 PERSEN

MEGA – 14081551nn IQPlus, (03/07) – PT Bank Mega Tbk (MEGA) alami pertumbuhan laba sebesar 10,37 persen hingga periode Juni 2015 menjadi Rp554,29 miliar dari laba periode sama tahun sebelumnya yang Rp502,17 miliar.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan pendapatan bunga naik jadi Rp3,18 triliun dari pendapatan bunga tahun sebelumnya Rp2,93 triliun dan beban bunga naik jadi Rp1,62 triliun dari beban bunga tahun sebelumnya Rp1,54 triliun.nnTotal pendapatan operasaional lainnya naik jadi Rp1,13 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya Rp662,24 miliar dan laba sebelum pajak tercatat naik jadi Rp619,47 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp540,02 miliar.nnTotal aset per Juni 2015 mencapai Rp62,57 triliun dari total aset per Desember 2014 yang Rp66,64 triliun. (end)n

PLAZA INDONESIA ALAMI PENURUNAN LABA 26,71 PERSEN

PLIN – 14092638nn IQPlus, (03/07) – PT Plaza Indonesia Tbk (PLIN) alami penurunan laba sebesar 26,71 persen hingga Juni 2015 menjadi Rp142,78 miliar atau Rp40,22 per saham dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp196,90 miliar atau Rp54,88 per saham.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan pendapatan naik jadi Rp806,45 miliar dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp761,65 miliar dan laba bruto naik jadi Rp517,12 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp485,41 miliar.nnNamun perseroan menderita rugi lain-lain sebesar Rp77,44 miliar dari pendapatan lain-lain tahun sebelumnya Rp19,72 miliar membuat laba sebelum pajak turun jadi Rp193,75 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp251,30 miliar.nnJumlah aset per Juni 2015 mencapai Rp4,56 triliun naik tipis dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp4,54 triliun. (end)n

PRODUKSI BLOK CEPU DIHENTIKAN SEMENTARA OLEH EXXON

EKOM – 14065641nn IQPlus, (03/07) – Exxon Mobile mengatakan pada Sabtu kemarin bahwa mereka telah menghentikan produksi sebesar 55.000 barel per hari di blok Cepu karena adanya kecelakaan kerja.nnJuru biara Exxon Mobile Erwin Maryoto mengatakan sebuah bangunan dan beberapa kendaraan juga ikut rusak dalam kecelakaan tersebut dimana hal ini masih diselidiki. Namun dirinya tidak belum menyebutkan detail kecelakaan tersebut.nn”Namun produksi akan dilanjutkan ketika situasi semua berjalan aman,” ujar juru bicara. Sebelum adanya kecelakaan tersebut produksi perusahaan di blok Cepu sebesar 80 ribu barel per hari. (end)n

PENJUALAN SEMESTER I MENINGKAT, SEMEN BATURAJA BUKUKAN LABA Rp167,59 M

SMBR – 14081240nn IQPlus, (03/08) – Sampai dengan akhir semester I 2015, penjualan bersih PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) tercatat mengalami peningkatan sebesar 26,43% dibanding dengan penjualan bersih di periode yang sama tahun lalu.nnHasil kinerja yang positif di semester I 2015 ini tercatat mampu mendongkrak laba tahun berjalan perseroan sebesar 33,65% dibanding periode yang sama tahun lalu.nnDalam laporan keuangan perseroan, Senin disebutkan penjualan bersih yang dibukukan perseroan selama semester I 2015 mencapai Rp635,22 miliar, sementara di periode yang sama tahun lalu hanya mencapai Rp502,43 miliar.nnSementara laba tahun berjalan yang dibukukan di semester I 2015 meningkat menjadi Rp167,59 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp125,39 miliar.nnBeban pokok penjualan dan beban usaha di semester I 2015 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 13,52% menjadi Rp425,87 miliar dan 43,57% menjadi Rp78,84 miliar.nnLaba kotor semester I 2015 tercatat meningkat menjadi Rp209,35 miliar dari sebelumnya Rp127,27 miliar. laba usaha meningkat menjadi Rp130,50 miliar dari sebelumnya Rp72,36 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak di semester I 2015 tercatat naik menjadi Rp203,76 miliar dari sebelumnya Rp146,69 miliar.nnTotal aset salah satu produsen semen pelat merah ini tercatat meningkat menjadi Rp3,04 triliun hingga semester I 2015 dari sebelumnya Rp2,93 triliun di akhir tahun 2014.nnAdapun untuk liabilitas yang dibukukan hingga akhir semester I 2015 tercatat sebesar Rp278,08 miliar. (end/dd)n

SITARA PROPERTINDO ALAMI PERTUMBUHAN LABA TIPIS HINGGA JUNI 2015

TARA – 14092119nn IQPlus, (03/07) – PT Sitara propertindo Tbk (TARA) alami kenaikan laba tipis 2,1 persen menjadi Rp2,61 miliar hingga Juni 2015 dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya Rp2,55 miliar.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan penjualan naik jadi Rp47,61 miliar dari penjualan tahun sebelumnya Rp26,45 miliar dan laba bruto naik jadi Rp18 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp9,53 miliar.nnBeban keuangan naik jadi Rp7,52 miliar dari beban keuangan tahun sebelumnya Rp3,43 miliar membuat laba sebelum pajak hanya naik tipis menjadi Rp4,37 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp4,26 miliar.nnJumlah aset per Juni 2015 mencapai Rp1,30 triliun turun tipis dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp1,31 triliun. (end)n

LABA BERSIH LIPPO KARAWACI NAIK 15,21 PERSEN

LPKR – 14065110nn IQPlus, (03/07) – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) alami pertumbuhan laba bersih di semester I 2015 sebesar 15,21 persen menjadi Rp775,31 miliar atau Rp34,05 per saham dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp672,91 miliar atau Rp29,55 per saham.nnLaporan keuangan perseroan menyebutkan pendapatan naik menjadi Rp4,74 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp4,10 triliun dan laba bruto naik jadi Rp2,13 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp1,80 triliun.nnSementara laba usaha diraih Rp1,22 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp996,56 miliar dan laba sebelum pajak mencapai Rp1,17 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp996,56 miliar.nnJumlah aset per Juni 2015 mencapai Rp40,78 triliun naik dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp37,76 triliun. (end)n

INDOSPRING HINGGA JUNI 2015 RAUP LABA BERSIH Rp3,99 MILIAR

INDS – 14084608nn IQPlus, (03/08) – PT Indospring Tbk (INDS) sampai dengan akhir Juni 2015 meraup laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemegang saham sebesar Rp3,99 miliar.nnNamun, jumlah tersebut merosot jauh bila dibandingkan dengan laba bersih yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp81,94 miliar.nnSelain disebabkan oleh adanya penurunan pada penjualan bersih di periode tersebut, merosotnya laba perseroan juga disebabkan oleh adanya peningkatan pada beberapa pos beban perseroan.nnMenurut laporan keuangan perseroan, Senin, penjualan bersih yang dibukukan hingga akhir Juni 2015 tercatat sebesar Rp802,03 miliar, merosot dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp940,17 miliar.nnSementara, pos-pos beban perseroan yang mengalami peningkatan diantaranya yaitu beban usaha yang naik 11,47% menjadi Rp77,47 miliar dan beban keuangan naik 35,83% menjadi Rp17,58 miliar.nnLaba bruto hingga Juni 2015 merosot menjadi Rp94,87 miliar dari sebelumnya Rp169,46 miliar, laba usaha juga merosot menjadi Rp21,19 miliar dari sebelumnya Rp110,83 miliar.nnSedang laba sebelum pajak merosot jadi Rp3,90 miliar dari sebelumnya Rp107,16 miliar, dan laba per saham dasar merosot jadi Rp6,08 per saham dari sebelumnya Rp124,87 per saham.nnAdapun untuk total aset perseroan hingga akhir Juni 2015 tercatat sebesar Rp2,47 triliun dengan liabilitas dan ekuitas masing-masing tercatat sebesar Rp869,50 miliar dan Rp1,80 triliun. (end/dd)n

RUGI SEKAWAN INTIPRATAMA NAIK JADI Rp7,36 MILIAR

SIAP – 14071245nn IQPlus, (03/07) – PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) alami kerugian sebesar 7,36 miliar hingga periode enam bulan pertama tahun ini naik dibandingkan kerugian pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp2,0 miliar.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan penjualan anjlok menjadi Rp94,76 miliar dari penjualan periode sama tahun sebelumnya yang Rp147,18 miliar. Beban pokok menjadi Rp79,35 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya Rp129,36 miliar.nnSementara laba kotor turun menjadi Rp15,41 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp17,82 miliar dan beban usaha naik jadi Rp27,12 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp18,22 miliar.nnRugi usaha naik jadi Rp11,71 miliar dari rugi usaha tahun sebelumnya Rp399,71 juta dan rugi sebelum pajak naik jadi Rp17,34 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya Rp7,27 miliar.nnJumlah aset per Juni 2015 mencapai Rp4,973 triliun relatif sama dengan jumlah aset per Desember 2014 yang Rp4,977 triliun. (end)n

KREDIT BANK BUKOPIN TUMBUH 15,31% DI SEMESTER I 2015

BBKP – 14084339nn IQPlus, (03/08) – Di tengah situasi ekonomi yang masih belum kondusif, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 15,31% di semester pertama 2015 menjadi Rp58,69 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 50,89 triliun.nnDirektur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi mengatakan, pertumbuhan kredit Perseroan pada paruh pertama tahun ini dipicu oleh segmen mikro yang meningkat 28,21%, disusul oleh segmen UKM yang tumbuh 9,74%.nn”Pertumbuhan kredit Bank Bukopin hingga paruh pertama 2015 terjadi baik pada segmen ritel maupun komersial,” ujarnya.nnDari total kredit yang disalurkan Perseroan, sebesar 60,83% diserap oleh kredit ritel, yang terdiri dari segmen UKM (40,05%), mikro (12,07%), dan konsumer (11,79%). Sisanya sebesar 36,09% merupakan kredit komersial. nn.Glen Glenardi menjelaskan, situasi tersebut sejalan dengan strategi Perseroan untuk fokus pada segmen ritel dengan tetap menjaga pertumbuhan pada segmen komersial. Pada periode yang sama, Bank Bukopin juga berhasil menarik dana pihak ketiga sebesar Rp70,74 triliun, meningkat 16,04% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. nn”Peningkatan dana pihak ketiga ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Bukopin masih terus terjaga.” Tuturnya.nnDari total dana pihak ketiga yang dibukukan perseroan, hingga Juni 2015, posisi tabungan Bank Bukopin tecatat sebesar Rp15,42 triliun, deposito Rp46,52 triliun, sementara giro sebesar Rp8,81 triliun. Peningkatan kinerja juga terlihat dari aset Perseroan yang tumbuh 16,49% atau Rp11,98 triliun menjadi Rp84,67 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp72,68 triliun. nnKinerja kredit mendorong pendapatan bunga Perseroan pada semester I/2015 menjadi Rp3,99 triliun atau tumbuh 17,47% dibandingkan pencapaian pada semester I/2014. Di sisi lain, pendapatan Perseroan dari fee based income pada periode yang sama juga tumbuh 28,95% menjadi Rp600 miliar.nnNamun demikian, karena biaya dana yang masih tinggi, laba perseroan per Juni 2015 secara otomatis juga masih ikut tertekan. Posisi laba sebelum pajak Bank Bukopin pada semester I/2015 sebesar Rp629 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp509 miliar. (end/as)n

LABA GLOBAL MEDIACOM TURUN 61,53 PERSEN PER JUNI 2015

BMTR – 14072706nn IQPlus, (03/07) – PT Global Mediacom Tbk (BMTR) alami penurunan laba bersih sebesar 61,54 persen hingga Juni 2015 menjadi Rp194,78 miliar atau Rp13,8 per saham dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp506,46 miliar atau Rp37,6 per saham.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan pendapatan naik jadi Rp5,52 triliun dari pendapatan tahun sebelumnya Rp5,27 triliun dan beban langsung jadi Rp3,35 triliun dari beban langsung tahun sebelumnya Rp3,04 triliun.nnLaba kotor turun jadi Rp2,17 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp2,23 triliun dan laba sebelum pajak turun jadi Rp689,82 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp1,22 triliun.nnJumlah aset per Juni 2015 mencapai Rp26,17 triliun naik dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp25,36 triliun. (end)n

PELAYARAN NELY ALAMI PENURUNAN LABA 21,42 PERSEN PER JUNI 2015

NELY – 14085654nn IQPlus, (03/07) – PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) alami penurunan laba sebesar 21,42 persen hingga periode Juni 2015 menjadi Rp12,56 miliar dari laba pada tahun sebelumnya yang Rp15,98 miliar.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan pendapatan turun jadi Rp97,88 miliar dari pendapatan tahun sebelumnya Rp100,59 miliar dan beban pokok turun jadi Rp65,78 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya Rp70,86 miliar.nnLaba bruto naik jadi Rp32,10 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp29,73 miliar. Beban lain-lain diderita Rp3,68 miliar dari pendapatan lain-lain tahun sebelumnya Rp1,49 miliar dan laba usaha turun jadi Rp15,83 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp20,93 miliar.nnLaba sebelum pajak turun jadi Rp13,62 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp17.33 miliar. Sementara jumlah aset turun tipis jadi Rp434,54 miliar dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp442,80 miliar. (end)n

HARUM ENERGY ALAMI PENURUNAN LABA 84,46 PERSEN

HRUM – 14073949nn IQPlus, (03/07) – PT Harum Energy Tbk (HRUM) alami penurunan laba sebesar 84,46 persen hingga Juni 2015 menjadi US$2,80 juta dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya yang US$18,05 juta.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan pendapatan turun jadi US$151,02 juta dari pendapatan tahun sebelumnya yang US$262,48 juta. Beban pokok turun jadi US$120,82 juta dari beban pokok tahun sebelumnya yang US$209,31 juta dan laba kotor turun jadi US$30,19 juta dari laba kotor tahun sebelumnya US$53,17 juta.nnLaba sebelum pajak turun jadi US$4,22 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$23,62 juta. Jumlah aset per Juni 2015 mencapai US$406,84 juta turun dari jumlah aset per Desember 2014 yang US$444,11 juta. (end)n

OSO SECURITIES: IHSG AKAN BERGERAK VARIATIF CENDERUNG MENGUAT TERBATAS

AD – 14085219nn IQPlus, (03/08) – Pada perdagangan awal pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. nnPelaku pasar menurut Research Team OSO Securities tengah menantikan rilisnya data inflasi dalam negeri bulan Juli 2015. nnSecara technical IHSG berada di area lower bollinger band, Indikator stochastic oscilator dan RSI mulai bergerak menguat. nnUntuk itu, IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dan berada pada kisaran 4780 4840, seperti dikutip dari rilis analisa hariannya, Senin. nnSementara itu, saham-saham yang dapat dijadikan untuk rekomendasi untuk buy hari ini yaitu ASII, APLN dan SMRA. (end)n

LABA ALAM SUTERA TURUN KARENA KENAIKAN BEBAN LAIN-LAIN

ASRI – 14073148nn IQPlus, (03/07) – PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) meraih laba bersih yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp454,35 miliar hingga Juni 2015 turun dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp515,36 miliar.nnLaporan keuangan perseroan menyebutkan penjualan dan pendapatan jasa turun jadi Rp1,73 triliun dari penjualan tahun sebelumnya Rp1,94 triliun namun beban pokok turun jadi Rp361,17 miliar dari Rp867,48 miliar membuat laba bruto naik jadi Rp1,37 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp1,07 triliun.nnBeban usaha naik jadi Rp238,75 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp180,77 miliar dan laba usaha naik jadi Rp1,13 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp896,67 miliar.nnBeban lain-lain naik jadi Rp489,78 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp219,04 miliar membuat laba sebelum pajak turun tipis jadi Rp642,86 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp677,64 miliar. (end)n

GUNA MERAWAT PLTU, BUKIT ASAM DIRIKAN CUCU USAHA BARU

PTBA – 14090806nn IQPlus, (03/07) – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan pembentukan entitas cucu perusahaan dimana perseroan memandang perlu untuk memiliki enttias bisnis mandiri yang bergerak dalam bidang jasa operation and mantinenance (O&M) PLTU sebagai penunjang kegiatan usaha perseroan.nnSekretaris Perusahaan Perseroan, Joko Purnomo dalam keterangan Senin menyebutkan bahwa perseroan mendirikan PT Bukit Energi Servis Terpadu dimana pendiriannya bertujuan untuk pengembangan usaha perseroan secara terintegrasi dalam bentuk hilirisasi usaha untuk mendukung pengembangan PLTU-PLTU milik perseroan yang diharapkan pada tahun 2019 mencapai total sebesar 1.500 MW dan mendukung program pemerintah untuk pengembangan pembangkit 35.000 MW.nnPendirian cucu usaha ini dilakukan pada 30 Juli lalu melalui anak usaha perseroan PT Bukit Energi Investama. Kepemilikan saham cucu perusahaan ini sebesar 99,28 persen dikuasai PT Bukit Energi Investama sebesar 99,28 persen dan sisanya Yayasan Keluarga Besar Bukit Asam dengan modal dasar Rp55,60 miliar. (end)n

ENERGI MEGA PERSADA RUGI US$33,20 JUTA HINGGA JUNI 2015

ENRG – 14074921nn IQPlus, (03/07) – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat rugi sebesar US$33,20 juta di periode Juni 2015 dibandingkan laba yang diraih sebesar US$64,86 juta diperiode sama tahun sebelumnya.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan penjualan neto turun jadi US$323,09 juta dari penjualan neto tahun sebelumnya yang US$413,38 juta dan beban pokok naik jadi US$313,32 juta dari beban pokok tahun sebelumnya US$259,75 juta.nnLaba bruto anjlok tajam menjadi US$9,76 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang US$153,62 juta. Beban usaha tercatat naik jadi US$14,64 juta dari beban usaha tahun sebelumnya US$8,02 juta.nnRugi usaha diderita US$4,88 juta dari laba usaha tahun sebelumnya US$145,60 juta. Beban lain-lain naik jadi US$34,37 juta dari beban lain-lain tahun sebelumnya US$11,69 juta dan rugi sebelum pajak diderita US$39,25 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$133,90 juta.nnTotal aset per Juni 2015 mencapai US$1,90 miliar turun dari totla aset per Desember 2014 yang US$1,99 miliar. (end)n

KREDIT BANK BUKOPIN TUMBUH 15,31 PERSEN DI SEMESTER I 2015

BBKP – 14090211nn IQPlus, (03/08) – Di tengah situasi ekonomi yang masih belum kondusif, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 15,31% di semester pertama 2015 menjadi Rp58,69 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp 50,89 triliun.nnDirektur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi mengatakan, pertumbuhan kredit Perseroan pada paruh pertama tahun ini dipicu oleh segmen mikro yang meningkat 28,21%, disusul oleh segmen UKM yang tumbuh 9,74%.nn”Pertumbuhan kredit Bank Bukopin hingga paruh pertama 2015 terjadi baik pada segmen ritel maupun komersial,” ujarnya.nnDari total kredit yang disalurkan Perseroan, sebesar 60,83% diserap oleh kredit ritel, yang terdiri dari segmen UKM (40,05%), mikro (12,07%), dan konsumer (11,79%). Sisanya sebesar 36,09% merupakan kredit komersial. nn.Glen Glenardi menjelaskan, situasi tersebut sejalan dengan strategi Perseroan untuk fokus pada segmen ritel dengan tetap menjaga pertumbuhan pada segmen komersial. Pada periode yang sama, Bank Bukopin juga berhasil menarik dana pihak ketiga sebesar Rp70,74 triliun, meningkat 16,04% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. nn”Peningkatan dana pihak ketiga ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Bukopin masih terus terjaga.” Tuturnya.nnDari total dana pihak ketiga yang dibukukan perseroan, hingga Juni 2015, posisi tabungan Bank Bukopin tecatat sebesar Rp15,42 triliun, deposito Rp46,52 triliun, sementara giro sebesar Rp8,81 triliun. Peningkatan kinerja juga terlihat dari aset Perseroan yang tumbuh 16,49% atau Rp11,98 triliun menjadi Rp84,67 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp72,68 triliun. nnKinerja kredit mendorong pendapatan bunga Perseroan pada semester I/2015 menjadi Rp3,99 triliun atau tumbuh 17,47% dibandingkan pencapaian pada semester I/2014. Di sisi lain, pendapatan Perseroan dari fee based income pada periode yang sama juga tumbuh 28,95% menjadi Rp600 miliar.nnNamun demikian, karena biaya dana yang masih tinggi, laba perseroan per Juni 2015 secara otomatis juga masih ikut tertekan. Posisi laba sebelum pajak Bank Bukopin pada semester I/2015 sebesar Rp629 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp509 miliar. (end/as)n

INDEKS MSCI ASIA PASIFIC TURUN 0,3 PERSEN

INEW – 14074314nn IQPlus, (03/07) – Saham-saham Asia turun pertama kali dalam empat hari ketika data pabrikan China turun ke level terendah dalam lima bulan dan saham energi tertekan turunnya harga minyak.nnIndeks MSCI Asia Pasific turun 0,3 persen menjadi 141,67 pada jam 9.07 waktu Tokyo Senin. Indeks turun 0,4 persen minggu lalu atau penurunan di minggu kedua.nnSeperti diketahui indeks Purchasing Managers di Juli berada di level 50 atau lebih rendah dari perkiraan 50,1 dan 50,2 di bulan Juni. Saham-saham energi tertekan harga minyak yang turun 1,6 persen.nnIndeks Nikkei 225 menjadi 20480,12 turun 0,55 persen dan indeks Topix turun 0,42 persen. Indeks Kospi menjadi 2016,69 turun 0,66 persen sedangkan indeks ASX 200 menjadi 5692 turun 0,13 persen. (end)n