INFLASI JEPANG MELAMBAT DI JANUARI 2015

INEW – 57073706nn IQPlus, (27/02) – Inflasi Jepang melambat melebihi perkiraan di Januari 2015 mengindikasikan kepala bank sentral Haruhiko Kuroda tertantang untuk mempertahankan ekonomi negara itu.nnIndeks harga konsumen naik 2,2 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, kata biro statistik negara itu Jumat. Analis memperkirakan inflasi sebesar 2,3 persen.nn”BOJ akan meningkatkan stimulus ketika target harga mereka masih terlalu tinggi,” ujar Kiichi Murashima, ekonom dari Citigroup Inc. Ekonom memperkirakan bahwa BOJ akan meningkatkan stimulus keuangan pada akhir Oktober tahun ini. (End)n

SESI I IHSG MELEMAH TIPIS 0,04%

EKOM – 57115239nn IQPlus (27/02) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada penutupan perdagangan sesi I perdagangan akhir pekan ini, setelah pada penutupan perdagangan kemarin (26/02) menguat. nnIHSG berakhir turun 0,041 persen atau 2,251 poin ke 5.449,171 pada penutupan perdagangan sesi I Jumat ini. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.462,197 dan terendah 5.441,139. nnNilai transaksi yang dibukukan sepanjang sesi I sebesar Rp2,948 triliun dengan frekuensi 120.241 dan volume perdagangan 3,5 miliar. nnSebanyak 142 saham menguat, 113 saham melemah dan 91 saham stagnan. Lima saham yang tercatat paling aktif diperdagangkan adalah saham SIAP, SSMS, BHIT, MNCN, dan ASII. (End/ms) nnn

LOGINDO SAMUDRAMAKMUR RAIH KENAIKAN LABA 21,41% DI 2014

LEAD – 57082912nn IQPlus, (27/02) – PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) meraih kenaikan laba bersih 21,41 persen menjadi US$19,98 juta hingga Desember 2014 dari laba bersih tahun sebelumnya yang US$16,46 juta.nnLaporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan pendapatan naik jadi US$69,01 juta dari pendapatan tahun sebelumnya yang US$59,01 juta dan beban pokok naik jadi US$36,54 juta dari beban pokok tahun sebelumnya yang US$28,91 juta.nnLaba bruto naik jadi US$32,47 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang US$30,10 juta. Pendapatan operasi lainnya naik jadi US$2,42 juta dari US$432,27 ribu membuat laba usaha naik jadi US$27,76 juta dari laba usaha sebelumnya US$23,87 juta.nnLaba sebelum pajak naik menjadi US$21,37 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$17,53 juta. Total aset per Desember 2014 mencapai US$262,08 juta naik dari total aset per Desember 2013 yang US$235,75 juta. (End)n

PERBANAS TERUS DORONG PENGESAHAN UU JPSK

EKOM – 57143659nn IQPlus, (27/02) – Perhimpunan Bank-Bank Nasional terus mendorong pengesahan Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) oleh DPR karena dinilai penting untuk memberikan payung hukum yang jelas dalam keputusan pengambilan kebijakan ketika krisis melanda.nnKetua Umum Perbanas Sigit Pramono mengatakan, pihaknya selalu memberikan masukan kepada legislator terkait UU JPSK tersebut, namun Perbanas tidak punya kewenangan untuk mendesak DPR segera mengesahkannya.nn”Tapi kami berkali-kali mengingatkan, di negara yang paling maju sekalipun, payung hukum untuk sistem keuangan itu penting,” ujar Sigit di Jakarta, Jumat.nnMenurut Sigit, pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini yakni lembaga-lembaga yang tergabung dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK), perlu diatur dalam undang-undang secara rinci.nnPemindahan wewenang pengaturan dan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas sistem keuangan apabila terjadi krisis.nn”Dulu kan makroprudensial dan mikroprudensial adadi BI, sekarang mikroprudensial ada di OJK. Ini akan menjadi ujian bagaimana bangsa ini mengelola krisis,” kata Sigit.nnSigit menambahkan, koordinasi antar lembaga keuangan memang menjadi problema tersendiri, bahkan di negara maju sekalipun. Oleh karena itu, koordinasi yang baik mutlak diperlukan dalam mengelola ketahanan terhadap krisis.nn”Kita tahu persoalan koordinasi ini sangat penting, sebagaimana UU JPSK yang juga sangat penting. Saya mendrong UU JPSK harus terus digolkan, kalau bisa dibicarakan dan disetujui,” ujar Sigit. Budi Suyanto. (End)n

:ABA BANK BTN TURUN 28,84 PERSEN DI 2014

BBTN – 57070443nn IQPlus, (27/02) – - Laba bersih PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada 2014 mencapai Rp1,11 triliun, turun 28,84 persen dibandingkan laba bersih pada 2013 yang mencapai Rp1,56 triliun.nn”Penurunan laba bersih perseroan tersebut disebabkan oleh dinamika ekonomi global dan nasional yang mengalami perlambatan,” kata Direktur Utama BTN Maryono saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.nnHingga akhir 2014, bank plat merah tersebut menyalurkan kredit Rp115,9 triliun, tumbuh 15,38 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya Rp100,46 triliun.nnSementara itu, dari sisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp106,47 triliun, meningkat 10,67 persen dibandingkan periode yang sama 2013.nn”Untuk total aset, pada akhir 2014 menjadi Rp144,57 triliun, tumbuh 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp131,7 triliun,” ujar Maryono.nnPeningkatan total aset tersebut menjadikan BTN kini menempati urutan kesembilan dari 10 besar bank nasional dengan aset terbesar pada 2014.nn”Hal tersebut merupakan prestasi dari bank yang fokus pembiayaan kredit perumahan,” kata Maryono.nnMaryono menambahkan, pihaknya juga terus melakukan upaya menekan tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sejak tiga tahun yang lalu.nnNPL BTN terus turun dari 4,09 persen pada 2012, lalu 4,05 persen di 2013, kemudian turun lagi menjadi 4,01 persen pada 2014. (End)n

KINERJA DI 2014 MEMBAIK, DSSA BUKUKAN LABA US$6,18 JUTA

DSSA – 57100331nn IQPlus, (27/02) – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sepanjang periode tahun 2014 lalu berhasil menunjukkan kinerja yang positif dibanding tahun sebelumnya di 2013. nnHal ini terlihat dari dibukukannya laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 6,18 juta di banding tahun sebelumnya di 2013 yang merugi sebesar US$11,92 juta.nnMeski ada penurunan pada pendapatan usaha di tahun 2014, namun DSSA berhasil meraih keuntungan yang berasal dari selisih kurs mata uang asing serta penghasilan lain-lain bersih hingga membuat perseroan meraih laba di periode tersebut.nnLaporan keuangan yang dirilis, Jumat menyebutkan untuk pendapatan usaha di tahun 2014 tercatat turun menjadi US$599,63 juta dibanding sebelumnya US$606,82 juta di 2013. Beban pokok penjualan turun menjadi US$428,93 juta di 2014 dari sebelumnya US$500,62 juta di 2013.nnLaba kotor naik jadi US$170,78 juta dari sebelumnya US$106,20 juta di 2013. Beban usaha naik menjadi US$162,48 juta dari sebelumnya US$97,28 juta di 2013. Laba usaha turun menjadi US$8,22 juta dari sebelumnya US$8,91 juta di 2013.nnSementara adanya keuntungan yang diraih dari selisih kurs mata uang asing yang diraih tahun 2014 yakni sebesar US$1,22 juta, dan penghasilan lain-lain bersih sebesar US$3,36 juta mendorong perseroan mencatat laba sebelum pajak sebesar US$11,58 juta dari sebelumnya rugi US$544.046.nnKinerja keuangan DSSA yang cukup baik di tahun 2014 lalu juga berhasil meningkatkan total asetnya, dimana pada akhir tahun 2014 total aset DSSA tercatat naik menjadi US$1,30 miliar dibanding sebelumnya US$1,20 miliar di 2013.nnAdapun untuk liabilitas ditahun 2014 tercatat sebesar US$464,20 juta, dan ekuitas pada akhir tahun 2014 tercatat sebesar US$838,30 juta. (End/dd)n

MENUTUP PEKAN INI IHSG TURUN TIPIS 1 POIN

EKOM – 57163236nn IQPlus, (27/02) – Menutup pekan ini indeks harga saham gabungan (IHSG) gagal melanjutkan penguatannya. Aksi ambil untung (profit taking) menghadang laju IHSG sehingga indeks masuk ke zona merah dan akhirnya ditutup melemah tipis 1 poin.nnDiawal perdagangan, indeks sempat dibuka menguat dengan naik 3,80 poin (0,07%) ke level 5.455,22 dan indeks LQ45 naik 0,96 poin (0,10%) ke level 951,17.nnNamun munculnya aksi ambil untuk membuat indeks jatuh ke zona merah. Hampir sepanjang perdagangan indeks bergerak negatif hingga akhirnya harus ditutup melemah tipis 1,128 poin (0,02%) ke level 5.450,294 dan indeks LQ45 melemah 3,336 poin (0,35%) ke level 946,876.nnTransaksi perdagangan hari ini mencatat sebanyak 6,58 miliar saham ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 226.787 kali dan nilai transaksi mencapai Rp6,96 triliun. Adapun 169 saham ditutup dalam zona hijau, sementara 122 saham lainnya di zona merah dan 102 saham stagnan.nnSaham saham yang menjadi top gainers hari ini yaitu UNTR dengan naik Rp750 jadi Rp20.750, kemudian LPPF naik Rp650 jadi Rp17.850, lalu MDIA naik Rp300 jadi Rp3.600, SUPR naik Rp300 jadi Rp8.950, dan TBIG naik Rp275 jadi Rp9.275.nnSementara saham saham yang masuk top losers yakni UNVR turun Rp500 jadi Rp36.000, GGRM turun Rp375 jadi Rp53.425, AALI turun Rp300 jadi Rp24.650, SMGR turun Rp225 jadi Rp14.875, dan ASII turun Rp200 jadi Rp7.850. (End)n

SALIM IVOMAS RAIH KENAIKAN LABA BERSIH SEBESAR 60,75%

SIMP – 57073117nn IQPlus, (27/02) – PT Salim Ivomas Tbk (SIMP) meraih kenaikan laba bersih per Desember 2014 sebesar 60,75 persen menjadi Rp842,28 miliar atau Rp54 per saham jika dibandingkan dengan laba bersih per Desember 2013 yang Rp523,95 miliar atau Rp33 per saham.nnLaporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan penjualan naik jadi Rp14,96 triliun dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp13,28 triliun dan beban pokok naik jadi Rp10,86 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp10,33 triliun.nnLaba bruto naik jadi Rp4,09 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya Rp2,95 triliun dan laba usaha naik jadi Rp2,44 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp1,77 triliun.nnLaba sebelum pajak naik jadi Rp1,65 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp934,37 miliar. Sedangkan total aset per Desember 2014 mencapai Rp30,99 triliun dari total aset per Desember 2013 yang Rp28,06 triliun. (End)n

MENDAG TARGETKAN EKSPOR MOTOR SATU JUTA UNIT DALAM 5 TAHUN KEDEPAN

EKOM – 57125038nn IQPlus (27/02) – Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menargetkan ekspor kendaraan bermotor roda dua dalam waktu lima tahun kedepan meningkat menjadi satu juta unit, dari saat ini baru pada kisaran 100.000 unit.nn”Dalam lima tahun, saya ingin menargetkan lebih kurang satu juta, kalau bisa dua juta unit yang diekspor,” katanya pada saat menyampaikan pidato dalam acara Ekspor Perdana Suzuki Address di Bekasi, Jawa Barat, Jumat.nnRachmat mengatakan, produksi kendaraan roda dua di dalam negeri pada saat ini kurang lebih sebesar 10 juta unit, dan kedepannya, sebanyak 80 persen bisa diperuntukkan bagi pasar dalam negeri dan 20 persen sisanya untuk ekspor.nn”Saat ini ekspor baru 100.000 saja, jika kenaikan 300 persen itu terlalu kecil angkanya. Jadi jika dengan pertumbuhan ekonomi nanti tujuh persen, dan infarstruktur ditambah, saya kira wajar jika dari total ekspor dengan dalam negeri itu 80-20 persen,” ujar Rachmat.nnUntuk PT Suzuki Indomobil Sales divisi roda dua sendiri, melakukan ekspor perdana produk Suzuki Address ke 24 negara yang ada di Eropa diantaranya adalah Italia, Jerman, Belanda, Swedia dan Perancis. Selain itu juga ke Jepang, serta Oceania.nnRachmat mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh Suzuki Motor saat ini merupakan salah satu respon dari kebijakan pemerintah agar Indonesia mampu menjadi basis industri otomotif, khususnya kendaraan roda dua. “Bukan hanya untuk keperluan pasar domestik, namun juga untuk pasar luar negeri,” ujar Rachmat.nnSuzuki Address sendiri menargetkan total pengiriman ekspor sebanyak 30.000 unit (CKDset/CBU), atau kurang lebih sebanyak 20 persen dari proyeksi total ekspor sepeda motor Suzuki di tahun 2015.nnPemerintah, melalui Kementerian Perdagangan, menargetkan peningkatan ekspor sebesar 300 persen pada tahun 2019 mendatang, dengan salah satu sektor yang akan memberikan kontribusi besar adalah sektor otomotif baik kendaraan roda empat maupun roda dua. (End/ant)n

ANUGERAH SECURINDO: IHSH BERGERAK DI KISARAN 5.434-5.476

ID – 57083800nn IQPlus, (27/02) – Anugerah Securindo memperkirakan IHSG hari ini merespon kinerja emiten seiring sebagian memberikan kinerja yang lebih baik, namun masih ada emiten mengalami tekanan sehingga kinerjanya turun dibawah ekspektasi. nnResearch Team Anugerah Securindo memproyeksikan perdagangan indeks hari ini masih akan bergerak di kisaran 5.434 – 5.476 serta berpotensi mencetak rekor baru, walaupun pergerakannya mendatar.nnSentimen yang menopang penguatan bursa Indonesia yakni sentimen positif penguatan bursa eksternal maupun merespon rilis kinerja emiten.nnAdapun rekomendasi BoW pada saham-saham trading pilihan kami hari ini berdasarkan indikasi teknikal, yaitu LSIP, SSMS, BWPT, AALI, INCO, BSDE, BEST, SMRA, APLN, SSIA, SMRA, dan TLKM. (End)n

INDOMOBIL RUGI Rp147,49 MILIAR HINGGA DESEMBER 2014

IMAS – 57143523nn IQPlus, (27/02) – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menderita rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk unaudit sebesar Rp147,49 miliar atau Rp53,34 per saham hingga Desember 2014 dibandingkan laba yang diraih Rp532,45 miliar atau Rp192,55 per saham di periode sama tahun sebelumnya.nnLaporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan pendapatan neto turun jadi Rp19,45 triliun dari pendapatan neto tahun sebelumnya yang Rp20,09 triliun dan beban pokok turun jadi Rp16,82 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp17,60 triliunnnLaba kotor naik tipis jadi Rp2,64 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp2,49 triliun. Laba usaha naik jadi Rp1 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp951 miliar.nnPerseroan mencatat beban rugi entitas asosiasi sebesar Rp287,16 miliar dari laba entitas asosiasi di tahun sebelumnya Rp123,24 miliar dan membuat laba sebelum pajak turun jadi Rp18,88 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp595,52 miliar.nnBeban pajak diderita Rp105,28 miliar dari manfaat pajak tahun sebelumnya Rp25,62 miliar. Rugi tahun berjalan diderita Rp86,39 miliar dari laba tahun berjalan sebelumnya Rp621,14 miliar.nnTotal aset per Desember 2014 mencapai Rp23,45 triliun naik dari total aset per Desember 2013 yang Rp22,31 triliun. (End)nnn

MAYBANK BUKUKAN LABA Rp23,52 TRILIUN SEPANJANG 2014

EKOM – 57070315nn IQPlus, (27/02) – Maybank Group membukukan laba bersih sebesar RM6,72 miliar atau setara Rp23,52 triliun (kurs Rp3.500 per 1 Ringgit Malaysia) sepanjang 2014 lalu, tumbuh 2,5 persen dibandingkan 2013 yang mencapai RM6,55 miliar atau setara dengan Rp22,92 triliun.nnChairman Maybank Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor mengatakan pencapaian yang diraih tersebut menunjukkan grup masih memiliki kekuatan jaringan di regional sehingga tetap dapat meraih kinerja yang solid di tengah iklim global yang tidak stabil selama 2014.nn”Jaringan kami yang terdiversifikasi dengan baik dan fokus kami untuk menumbuhkan bisnis di segmen pasar yang menguntungkan disertai dengan disiplin pada pengelolaan biaya telah memastikan kami untuk terus meningkatkan value kepada stakeholder kami,” ujar Tan Sri dalam pernyataan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.nnTan Sri menambahkan bahwa direksi tengah mengajukan deviden final single-tier sebesar 33 sen per saham yang bersama dengan deviden interim sebesar 24 sen per saham sebelumnya, lebih tingggi 6,5 persen dibandingkan 2013. Ini akan membawa total deviden yang dibayar untuk 2014 mencapai 78,5 persen dari laba bersih.nnSementara itu, Group President & CEO Maybank Datuk Abdul Farid Alias mengatakan, meskipun di tengah tahun yang penuh tantangan rrup tetap dapat menunjukkan indikator kinerja utama yang kuat, bahkan melampui pasar di area seperti pertumbuhan kredit di Malaysia dan Singapura.nn”Kami mencatat traksi yang lebih besar sebagai hasil inisiatif regional yang beraneka ragam yang membantu kami mengatasi pengaruh perlambatan aktivitas pasar modal serta tekanan marjin. Terlebih, kami mengelola posisi modal kami dengan baik dan modal penuh kami termasuk yang terbaik dibanding kompetitor di Malaysia,” ujar Farid. (End)n

BANK PERMATA BUKUKAN LABA BERSIH Rp66,05 MILIAR

BAEK – 57102811nn IQPlus, (27/02) – Bank Ekonomi Tbk (BAEK) pada akhir tahun buku 2014 berhasil membukukan laba bersih Rp66,05 miliar. Namun laba yang dibukukan tersebut menurun dibanding perolehan laba bersih di tahun 2013 yang mencapai Rp241,25 miliar.nnAdapun penyebab turunnya perolehan laba dikarenakan adanya penurunan pada perolehan pendapatan bunga bersih serta melonjaknya beban operasional selain bunga bersih di tahun buku 2014.nnDalam laporan keuangannya, Jumat disebutkan pendapatan bunga bersih pada tahun buku 2014 sebesar Rp1,19 triliun, sementara di periode tahun buku 2013 tercatat mencapai Rp1,20 triliun. Sementara beban operasional selain bunga bersih meningkat jadi Rp1,14 triliun dari sebelumnya Rp912,36 miliar di 2013.nnAdapun laba operasional diperiode tahun buku 2014 merosot jadi Rp53,77 miliar dibanding sebelumnya Rp291,65 miliar di 2013. Sedang laba sebelum pajak turun menjadi Rp89,15 miliar dari sebelumnya Rp324,73 miliar di 2013.nnSementara untuk dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sepanjang periode tahun buku 2014 sebesar Rp23,49 triliun atau meningkat dari sebelumnya Rp23,35 triliun di 2013.nnSimpanan berjangka yang mencapai Rp11,42 triliun memberi kontribusi terbesar bagi DPK perseroan, sedangkan kontribusi lainnya dari simpanan tabungan sebesar Rp7,35 triliun dan simpanan giro sebesar Rp4,72 triliun.nnKredit yang disalurkan sepanjang periode tahun buku 2014 mencapai Rp19,91 triliun, naik dari kredit yang telah direalisasikan penyalurannya pada tahun 2013 sebesar Rp19,39 triliun. Naiknya kredit yang disalurkan membuat tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) ikut naik menjadi 1,61% dari sebelumnya 0,72%.nnAdapun untuk tingkat rasio ROA pada tahun 2014 yakni sebesar 0,30%, ROE sebesar 2,30%, NIM sebesar Rp3,38%, dan untuk BOPO dan LDR masing-masing sebesar 97,97% dan 84,74%. nnSedangkan untuk total aset sampai dengan akhir tahun 2014 tercatat mengalami pertumbuhan, yakni menjadi Rp29,73 triliun dibanding total aset pada akhir tahun 2013 yang mencapai Rp28,75 triliun. (End/dd)n

AIRBUS TINGKATKAN PRODUKSI PESAWAT JENIS A320 SINGLE-AISLE

INEW – 57164153nn IQPlus (27/02) – Airbus Group NV berencana menaikkan produksi pesawat jenis A320 single-aisle menjadi 50 unit per bulan, agar bisa memenuhi permintaan yang meningkat sehubungan efisiensi bahan bakar. nnPeningkatan produksi tersebut akan mulai dilakukan pada kuartal pertama 2017 dari produksi saat ini yang sebanyak 42 unit. Langkah ini akan membantu mempercepat perusahaan dalam mengirimkan pesawat model baru tersebut dalam kontrak penjualan satu dekade kedepan. Perusahaan bahkan mengatakan akan menaikkan produksi model tersebut hingga 60 unit per bulan. nnAirbus menyampaikan rencana tersebut seiring penyampaian kinerja yang memperlihatkan kenaikan laba 15 persen selama 2014 karena pengiriman yang meningkat. nnDi sisi lain, produsen pesawat asal Eropa ini juga mengumumkan penurunan produksi model pesawat berbadan lebar bermesin ganda A330, menjadi 6 unit per bulan mulai awal 2016 dibanding produksi saat ini 10 unit per bulan. Sedangkan untuk model superjumbo A380 ditargetkan mencapai break even pada 2015. (End/ms)n

MANDIRI SEKURITAS: IHSG BERPOTENSI LANJUTKAN KENAIKAN

CC – 57080906nn IQPlus, (27/02) – Mandiri Sekuritas pada perdagangan akhir pekan ini mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berpotensi melanjutkan kenaikan. nnIHSG pun menurut Analis Mandiri Sekuritas dalam rilis analisa hariannya, Jumat, diperkirakan akan bergerak pada kisaran support 5.385 dan resistance 5.500. nnBeberapa rekomendasi saham berdasarkan analisis teknikal yang dapat dikoleksi untuk buy hari ini diantaranya yaitu LSIP, ICBP, ADHI, AALI dan BSDE.nnSementara pasar saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan semalam ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Avg turun sebesar -0,06%, sedangkan indeks S&P500 terkoreksi sebesar -0,15%. nnAdapun dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini mixed. Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik sebesar +0,25%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah -0,11%. nnSedang harga kontrak berjangka (futures) komoditas terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +1,43% ke level US$48,86 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,05% ke posisi US$1.210,70 per troy ounce. (End)n

FITCH AFFIRMS LOTTE CHEMICAL NUSANTARA AT “A+(idn)”/Stable

EKOM – 57124739nn IQPlus (27/02) – Fitch Ratings Indonesia has affirmed Indonesia-based PT Lotte Chemical Titan Nusantara’s (LCTN) National Long-Term Rating at ‘A+(idn)’. The Outlook is Stable. At the same time, the agency has also affirmed LCTN’s IDR73bn bond and IDR200bn sukuk ijarah, both due in June 2015, at ‘A+(idn)’.nnLCTN’s rating reflects its strong ties with its parent, Malaysia’s Lotte Chemicals Titan Holding Sdn. Bhd. (LCTH) and linkages with its ultimate parent, South Korea’s Lotte Chemical Corporation (Lotte Chemical). Although the standalone financial performance of LCTN remains weak, financial support, including substantial indirect working capital support, helps LCTN maintain adequate liquidity.nn’A’ National Ratings denote expectations of low default risk relative to other issuers or obligations in the same country. However, changes in circumstances or economic conditions may affect the capacity for timely repayment to a greater degree than is the case for financial commitments denoted by a higher rated category.nnThe ratings of LCTN are closely aligned with the credit profile of its 95% shareholder, LCTH, in line with Fitch’s parent and subsidiary methodology. In Fitch’s view, there are strong legal, operating, and strategic links between the two. LCTH’s credit profile is considerably stronger than the standalone credit profile of LCTN; it benefits from a dominant market position in Malaysia, its large scale, vertical integration and its linkages with its 100%-owner, South Korea’s Lotte Chemical.nnTangible Support from LCTH: LCTH extends corporate guarantees for LCTN’s banking facilities and indirectly finances LCTN’s raw material purchase. LCTN procures nearly all of its raw materials from Lotte Chemical Titan Trading, a subsidiary of LCTH. These purchases account for about 85% of the company’s operating cash costs and come with substantial payment flexibility.nnWeak Standalone Credit Profile: LCTN’s standalone credit profile remains weak with thin and volatile EBITDA margins due to its lack of backward integration and product diversification. Its cash flow generation depends on the spread between ethylene – its main raw material – and polyethylene – its end product. Low spread between these two products resulted in EBITDA margin falling below 2% during 2011-2014. With minimal EBITDA generation, leverage – excluding payables to related parties – remained high at above 5.0x at end-2014.nnStrategically Important Subsidiary: Fitch considers both the Malaysian and Indonesian operations to be strategic assets for Lotte Chemical. Lotte Chemical is considering a major investment in a more integrated facility in Indonesia, a market with growing petrochemical demand and currently a net importer of petrochemical products.nnFitch believes that it is in Lotte Chemical’s interest to ensure LCTN continues to operate, given the implied reputational risk from carrying the same brand name, if there is a disruption in operation.nnRepayment of Bonds Due in June 2015: Fitch believes LCTN will receive adequate financial assistance from LCTH to make available adequate liquidity to manage the repayment of the rupiah bonds that fall due in June 2015. This can include a further extension of payment terms for raw material which will result in a build-up of cash at LCTN.nnFitch’s key assumptions within our rating case for the issuer include:n- Broadly flat sales volume from 2015 onwards;n- Narrower polyethylene-ethylene spreads in 2015 and 2016 as compared to 2014;n- Minimal capex during 2015 – 2017;n- Adequate financial assistance from parent, LCTH, to manage the June 2015 debt maturitiesnnFuture developments that may, individually or collectively, lead to positive rating action include:n- a strengthening of parent LCTH’s credit profile without any weakening of linkages between LCTH and LCTNnnFuture developments that may, individually or collectively, lead to negative rating include:n- a weakening of linkages with LCTH or a deterioration of the credit profile of LCTHn(End)n

SEMEN BATURAJA CATAT KENAIKAN LABA 5,17 PERSEN

SMBR – 57085010nn IQPlus, (27/02) – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk pada akhir tahun buku 2014 berhasil membukukan kenaikan laba dibanding dengan tahun buku 2013. nnKenaikan laba perseroan ditopang oleh penjualan bersih dan pendapatan keuangan yang juga mengalami kenaikan sepanjang tahun buku 2014, seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan, Jumat.nnTercatat laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan pada akhir tahun buku 2014 naik 5,17 persen menjadi Rp328,34 miliar dari laba perseroan sebelumnya di periode tahun buku 2013 sebesar Rp312,18 miliar.nnSementara itu, faktor penopang naiknya laba perseroan seperti penjualan bersih pada akhir tahun buku 2014 naik 3,96 persen menjadi Rp1,21 triliun, sedang pendapatan keuangan naik 112,75 persen menjadi Rp151,67 miliar. nnAdapun beban pokok penjualan naik menjadi Rp842,45 miliar di 2014 dari sebelumnya Rp706,40 miliar di 2013. Beban usaha turun jadi Rp129,32 miliar di 2014 dari sebelumnya Rp133,03 miliar di 2013.nnTotal aset sampai dengan akhir tahun 2014 naik menjadi Rp2,93 triliun dari total aset di akhir tahun 2013 yang mencapai Rp2,71 triliun. Sedangkan liabilitas di tahun 2014 turun menjadi Rp209,11 miliar dari sebelumnya Rp244,46 miliar di 2013, dan ekuitas naik menjadi Rp2,72 triliun dari sebelumnya Rp2,47 triliun. (End/dd)n

DANAMON FOKUS GENJOT SEGMEN MASS MARKET

BDMN – 57145747nn IQPlus, (27/02) – Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), Sng Seow Wah menyatakan Danamon akan terus menggenjot segmen mass market pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan karena potensi pasar segemen tersebut masih besar.nnIa menegaskan bahwa Bank Danamon merupakan pemain utama di segmen market tersebut.nn”Kami tetap fokus di SME karena kami market leader di segmen ini. Kami akan melanjutkan fokus bisnis yang sudah ada,” ujarnya usai RUPSLB BDMN di Jakarta, Jum’at.nnSeperti diketahui, Bank Danamon baru saja menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang menyetujui pengangkatan Sng Seow Wah sebagai Direktur Utama Bank Danamon yang baru menggantikan Henry Ho Direktur Utama sebelumnya. (End/fu)n

GARUDA-BNI TAWARKAN TRAVEL EXPERIENCE

GIAA – 57070118nn IQPlus, (27/02) – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk menawarkan kesempatan mendapatkan informasi paket wisata menarik dalam acara “Garuda Indonesia- BNI Travel Experience 2015″.nnAcara itu diselenggarakan di Main Atrium Mall Gandaria City, Jakarta, 26 Februari-1 Maret 2015, kata Direktur Niaga Garuda Indonesia Handayani di Jakarta, Kamis.nn”Garuda Indonesia- BNI Travel Experience” 2015 bertujuan untuk memenuhi tingginya minat dan permintaan masyarakat pada awal tahun untuk mendapatkan informasi mengenai daerah tujuan wisata terbaik di domestik maupun internasional, serta memfasilitasi para traveler dan masyarakat untuk mendapatkan harga tiket dan paket wisata yang menarik namun dengan harga terjangkau,” katanya.nnIa mengatakan, Travel Experience itu juga merupakan rangkaian dari event travel fair terbesar di Indonesia, yaitu “Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2015″ yang akan dilaksanakan pada 3- 5 April 2015.nnIa mengatakan awal tahun merupakan periode yang tepat bagi masyarakat untuk merencanakan aktivitas liburannya sehingga Garuda Indonesia menggandeng BNI berupaya memenuhi permintaan dari seluruh masyarakat tersebut dengan menggelar “Garuda Indonesia – BNI Travel Experience” pada 2015.nn”Awal tahun seperti ini merupakan periode yang tepat bagi seluruh masyarakat untuk merencanakan aktivitas liburannya. Dengan membeli tiket penerbangan dan memilih destinasi wisata yang dilayani Garuda lebih awal, masyarakat pun dapat lebih leluasa untuk merencanakan aktivitas liburannya baik untuk berlibur pada pertengahan maupun pada akhir tahun,” kata Handayani.nnPada “Garuda Indonesia Travel Experience 2015″ ini, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 10 ribu pengunjung dengan target sebesar Rp10 miliar selama 4 hari pelaksanaan.nnPada Travel Experience tahun lalu, jumlah pengunjung mencapai 10 ribu pengunjung dan berhasil mengumpulkan total penjualan sebesar 16 miliar.nnSementara itu, Direktur Konsumer & Ritel BNI Darmadi Sutanto mengatakan, kerja sama dua BUMN itu merupakan sinergi yang diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berwisata. (End)n

MENPERIN LEPAS EKSPOR PERDANA SUZUKI

EKOM – 57102744nn IQPlus, (27/02) – Menteri Perindustrian Saleh Husin mengapresiasi ekspor perdana sepeda motor Suzuki Address ke 16 negara di Eropa, enam negara Asia dan dua negara Oseania.nn”Ekspor perdana sepeda motor skutik berkapasitas 110 CC ini memiliki arti yang sangat penting bagi sejarah perkembangan industri otomotif khususnya industri sepeda motor di Tanah Air,” kata Menperin Saleh Husin dalam peresmian ekspor ini di Bekasi, Jawa Barat, Jumat.nnIa mengatakan bahwa menembus pasar Eropa bukanlah sesuatu yang mudah. Diperlukan pemenuhan standar European Union (EU) yang merupakan standar kualitas dan keamanan produk yang sangat ketat.nn”Kita patut bersyukur dapat menyaksikan produk sepeda motor produksi PT. Suzuki Indomobil Motor (SIM) telah sukses menembus ketatnya persyaratan standar produk tersebut,” katanya.nnMenperin mengatakan, hal ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia mampu memproduksi sepeda motor berdaya saing internasional.nnPT. SIM akan memulai ekspor sepeda motor model skutik ukuran kecil (110CC) dan terus dikembangkan untuk sepeda motor berukuran besar (250 cc keatas).nnEkspor dimulai pada tahun ini dengan volume ekspor sekitar 20.000 unit per tahun dan akan bertambah hingga 200.000 unit per tahun pada 2019.nn”Saya juga berharap produsen sepeda motor lainnya dalam negeri dapat mengikuti langkah PT. SIM dalam melakukan terobosan ekspor untuk mengurangi defisit perdagangan Indonesia pada sektor industri otomotif secara keseluruhan,” kata Menperin.nnIa mengatakan, Pemerintah Indonesia akan tetap menjaga iklim usaha yang kondusif dan memberi dukungan penuh agar para pelaku usaha nyaman berinvestasi di Indonesia.nn”Semoga peresmian ekspor ini menjadi awal yang baik bagi upaya kita bersama memajukan dan meningkatkan peran industri otomotif nasional khususnya sepeda motor di kancah internasional,” ujarnya. (End)n