MERDEKA COPPER GOLD RUGI US$2,98 JUTA HINGGA JUNI 2015

MDKA – 42090835nn IQPlus, (31/08) – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) alami kenaikan rugi menjadi US$2,98 juta hingga Juni 2015 dibandingkan rugi periode sama tahun sebelumnya yang US$1,44 juta.nnLaporan keuangan perseroan Senin tidak mencatatkan pendapatan baik di periode Juni 2015 maupun Juni 2014 dimana rugi sebelum pajak naik jadi US$3,88 juta dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya US$1,77 juta.nnSementara jumlah aset mencapai US$176,11 juta naik dari jumlah aset per Desember 2014 yang US$126,73 juta dan jumlah liabilitas turun tajam jadi US$14,27 juta dari jumlah liabilitas tahun sebelumnya yang US$106,57 juta. (end)n

BANGUN PABRIK DI CIKARANG, TIPHONE SIAPKAN DANA US$50 JUTA

TELE – 42151555nn IQPlus, (31/08) – PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) bakal menyiapkan dana investasi sekitar US$50 juta untuk mengembangkan pabrik ponsel di Delta Silikon, Cikarang, Jawa Barat. Pabrik ini hasil kerjasama TELE dengan pabrik ponsel cerdas dari Taiwan, Arima Communications.nnDirektur Utama TELE, Tan Lie Pin, mengatakan, dana tersebut akan dikeluarkan secara bertahap dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. Untuk tahap pertama, dana yang akan dikeluarkan sekitar US$5 juta hingga US$6,5 juta. nn”Dananya akan kita keluarkan secara bertahap. Kita akan tambah lagi nanti untuk pengembangan,” katanya, usai penandatanganan kerjasama, di Jakarta, Senin.nnSeperti diketahui, kedua perusahaan tersebut sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang segera ditindak lanjuti proses agreement-nya dalam waktu dekat. Dalam perusahaan patungan itu, TELE melalui anak usahanya akan memiliki 55% saham di PT Adi Reka Mandiri, sedangkan sisanya 45% dimiliki oleh Arima.nnPada tahap awal, menurut Tan Lie Pin, pabrik ponsel cerdas yang akan berdiri diatas lahan seluas 7.000 meter persegi ini diharapkan dapat menampung sekitar 200 hingga 300 orang tenaga kerja di Indonesia.nn”Pabrik akan beroperasi mulai Januari 2016 dengan kapasitas awal 300.000 unit per bulan pada enam bulan pertama. Nantinya, kapasitasnya akan terus ditingkatkan,” tegasnya. (end/as)n

IMF TEGASKAN KEDATANGANA LAGARDE KE INDONESIA TAK BICARA PINJAMAN

EKOM – 42065722nn IQPlus, (31/08) – - Dana Moneter Internasional (IMF) menegaskan kehadiran Managing Director IMF Christine Lagarde ke Jakarta, Indonesia pada 1 hingga 2 September 2015 tidak untuk membicarakan maupun membahas pinjaman baru.nn”Direktur Pelaksana mengunjungi Indonesia untuk berpartisipasi dalam konferensi tingkat tinggi terjadwal yang diselenggarakan Bank Indonesia dan IMF mengenai masa depan sistem keuangan di Asia,” kata Senior Resident Representative IMF untuk Indonesia Ben Bingham dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.nnBingham menanggapi maraknya pemberitaan bahwa kedatangan Lagarde ke Indonesia dalam rangka pembahasan program pinjaman baru untuk Indonesia, karena isu yang beredar tersebut tidak berdasar.nn”Spekulasi bahwa kedatangan Direktur Pelaksana untuk membahas pinjaman IMF dengan pemerintah Indonesia tidak memiliki dasar yang jelas,” tegasnya.nnDalam kunjungannya ke Indonesia, Lagarde dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.nnLagarde juga dijadwalkan menemui para perwakilan dari masyarakat seperti anggota parlemen, pemimpin perempuan serta para mahasiswa untuk bertukar pandangan terkait perkembangan ekonomi, prospek Indonesia dan perannya di kawasan serta global.nnSebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan kedatangan Christine Lagarde ke Indonesia pada awal bulan September 2015 tidak terkait pinjam meminjam.nnLuhut menegaskan kunjungan mantan menteri keuangan Prancis ke Indonesia adalah untuk bertemu Presiden Joko Widodo, menyampaikan pandangan-pandangan IMF tentang langkah-langkah stabilisasi ekonomi yang sedang dilakukan Indonesia. (end)n

SOECHI LINES ALAMI KENAIKAN LABA 47,08 PERSEN HINGGA JUNI 2015

SOCI – 42104641nn IQPlus, (31/08) – PT Soechi Lines Tbk (SOCI) alami kenaikan laba sebesar 47,08 persen hingga Juni 2015 menjadi US$22,93 juta dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya yang US$15,59 juta.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan pendapatan neto meningkat menjadi US$70,97 juta dari pendapatan neto tahun sebelumnya yang US$54,77 juta dan beban pokok naik jadi US$44,79 juta dari beban pokok tahun sebelumnya yang US$29,43 juta.nnLaba bruto naik tipis jadi US$26,18 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang US$25,34 juta. Penghasilan lain-lain diraih US$667,68 ribu dari beban lain-lain tahun sebelumnya US$6,3 juta membuat laba sebelum pajak naik jadi US$23,50 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$16,51 juta.nnTotal aset per Juni 2015 mencapai US$480,07 juta naik dari total aset per Desember 2014 yang sebesar US$441,66 juta. (end)n

PELEMAHAN RUPIAH BUAT PROYEK CIPUTRA DEVELOPMENT TERTUNDA

CTRA – 42080152nn IQPlus, (31/08) – Berlarutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), membuat emiten sektor properti sekelas PT Ciputra Development Tbk (CTRA), harus menunda proyek-proyek baru miliknya. nnDirektur Keuangan Ciputra Development, Tulus Santoso mengungkapkan bahwa, pelemahan rupiah membuat perseroan kesulitan dalam menentukan harga jual propertinya. Inilah yang menjadi alasan pendingnya proyek-proyek tersebut. nn”Dari pihak kontraktor juga belum bisa menghitung. Kalau tidak stabil begini kita tidak bisa tentukan harga. Jadi, ada stagnasi. Kita belum bisa bangun, jika kontraktor belum tentukan harga,” ujarnya ketika dihubungi beberapa waktu lalu.nnIa menjelaskan, lemahnya rupiah tersebut berimbas langsung terhadap harga bahan baku impor. Nah, bahan baku impor dalam proyek-proyek perseroan sendiri, mencapai sekitar 20% dari total bahan baku. nn”Dampak lemahnya rupiah ke harga bahan baku itu kena inflasi. Namun, sejauh ini belum terlalu signifikan. Tapi yang langsung impor terpengaruh,” terangnya. nnDengan begitu, pihaknya berharap nilai tukar rupiah terhadap dollar bisa stabil kembali sehingga, perseroan bisa melanjutkan proyek yang tertunda tersebut. nn”Ini bukan karena pelemahan rupiah terhadap dollar saja. Tapi jika stabil, pasti beres, dan dalam 1-2 bulan kedepan sudah bisa kerja,” paparnya. nnHingga akhir tahun ini, sebenarnya perseroan optimis target marketing sales tumbuh 27% menjadi Rp10,96 triliun. Namun, dengan adanya penundaan proyek, bukan tidak mungkin hal yang sama akan terjadi pada perolehan marketing sales perseroan. nnInformasi saja, proyek-proyek baru yang akan diluncurkan perseroan terdiri dari 6 proyek residensial, masing-masing di Samarinda seluas 58 ha (CitraGarden Hills), Malang seluas 50 ha (CitraGarden City), Cileungsi seluas 82 ha (CitraLand), Lampung seluas 35 ha (CitraLand) dan Kendari seluas 60 ha (CitraGrand). nnSelain itu, akan diluncurkan pula proyek high-rise yang meliputi apartemen Fatmawati dengan luas pengembangan 4.5 ha, sebuah proyek mixed-use seluas 2 ha yang terdiri dari apartemen, kantor dan hotel di Kemayoran. nnKemudian, office tower di Ciputra International Jakarta serta office tower dan SOHO di Ciputra World Surabaya dan juga akan dikembangkan proyek villa seluas 6 ha yang merupakan bagian dari proyek Ciputra. (end/fu)n

INDEKS UTAMA EROPA DIPREDIKSI DIBUKA MELEMAH, BURSA LONDON LIBUR

INEW – 42131846nn IQPlus, (31/08) – Indeks utama Eropa diperkirakan akan dibuka turun dimana bursa London atau indeks FTSE 100 libur pada hari ini.nnFinancial spreadbetters memperkirakan indeks DAX Frankfurt akan dibuka turun 139 poin atau 1,35 persen sementara indeks CAC 40 Paris akan dibuka turun 65 poin atau 1,39 persen.nnSyngenta, perusahaan kimia Eropa sedang mencari mitra guna mendongkrak produk utamanya, sementara Volkswagen akan menjadi fokus karena arbitrase internasional memintanya melepas saham Suzuki. Sedangkan Biomereieux, perusahaan medis Prancis melaporkan laba semester I naik menjadi 103 juta euro. (end)nnn

BUMI TEKNOKULTURA RUGI Rp1,27 MILIAR HINGGA JUNI 2015

BTEK – 42091645nn IQPlus, (31/08) – PT Bumi Teknokultura Tbk (BTEK) mencatat rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,27 miliar hingga Juni 2015 dibandingkan laba yang diraih Rp1,44 miliar periode sama tahun sebelumnya.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan pendapatan naik jadi Rp28,46 miliar dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp16,48 miliar dan beban pokok naik jadi Rp20,16 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya Rp8,24 miliar.nnLaba bruto naik jadi Rp8,29 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp8,24 miliar. Beban usaha turun jadi Rp6,29 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp6,75 miliar.nnLaba usaha naik jadi Rp2 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp1,48 miliar. Rugi penjualan aset tetap tercatat Rp3,95 miliar naik dari rugi tahun sebelumnya Rp143,82 juta membuat rugi sebelum pajak diderita Rp1,64 miliar usai meraih laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp1,45 miliar.nnTotal aset per Juni 2015 mencapai Rp462,64 miliar naik dari total aset per Desember 2014 yang Rp444,34 miliar. (end)n

LAMICITRA DAPAT PINJAMAN DARI BANK BNI

LAMI – 42151027nn IQPlus, (31/08) – PT Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI) telah mendapatkan fasilitas pinjaman berupa kredit modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).nnPriyo Setiabudi, Sekretaris Perusahaan Perseroan dalam keterangannya Senin menyebutkan bahwa nilai maksimum kredit sebesar Rp75 miliar dimana perjanjian kredit sudah ditandatangani pada 27 Agustus 2015 lalu.nnJangka waktu kredit selama 60 bulan dengan bunga 12 persen per tahun. Adapun Lami mengagunkan 12 tanah milik PT Dharmabhakti Adijaya yang berkedudukan di Surabaya. PT Dharmabhakti Adijaya adalah anak perusahaan perseroan dengan kepemilikan 99 persen. (end)nnn

PIKKO GROUP KEMBANGKAN SIGNATURE PAKR GRANDE

EKOM – 42065645nn IQPlus, (31/08) – Pikko Group, melalui anak usaha Fortuna Indonesia kerja sama operasi dengan PJM Group, mengembangkan Signature Park Grande (SPG), kawasan hunian terintegrasi seluas 4,4 hektare di Jalan MT Haryono Jakarta.nn”Kebutuhan tempat hunian yang nyaman di kota metropolitan dengan keterbatasan lahan, mendorong kami mengembangkan SPG dengan menunjuk Pulau Intan sebagai kontraktor utama,” kata Direktur Utama Pikko Group Nio Yantony di Jakarta, Minggu.nnSPG merupakan kawasan hunian terpadu di lokasi strategis sekaligus menjadi investasi menguntungkan bagi para investor. Terdiri dari dua menara hunian vertikal (apartment tower) yaitu The Light dan Green Signature, Pusat bisnis dan komersial (business & commercial center seperti restoran Alfresco serta lifestyle center.nnPembangunan menara pertama apartemen The Light dan menara kedua Green Signature, dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan. Saat ini, pembangunan memasuki struktur bangunan atas (upper structure construction).nn”Penutupan atap (topping off) The Light direncanakan pada November 2015 sedangkan Menara Green Signature, direncanakan pada Triwulan I 2016. Penjualan apartemen Grande mencapai 75 persen dari sekitar 2.500 unit hunian. Di pusat komersial dan bisnis penjualan mencapai 85 persen, sedangkan untuk office 3 lantainya telah terjual habis,” ujar Yantony.nnMenara The Light memiliki ketinggian 19 lantai dengan luas total bangunan sekitar 88,030 meter persegi dan tersedia tiga tipe pilihan. Sedangkan, total luas bangunan di Green Signature sekitar 52,171 meter persegi untuk 20 lantai, juga dengan tiga pilihan tipe.nnSeluruh hunian di SPG, bersertifikat hak milik (strata title) dan dipasarkan dengan harga kompetitif mulai Rp700 jutaan hingga Rp1,6 miliar sesuai dengan komposisi kamar per unit apartemen. Untuk pusat bisnis dan komersial, dipasarkan mulai dari luas 44 sampai 90 meter persegi, dengan kisaran harga Rp3,3 miliar hingga Rp6,7 milliar.” kata Yantony.nnSPG merupakan kelanjutan pengembangan dari Signature Park Apartment (SPA) di lokasi berjarak sekitar 500 meter. SPA seluruhnya telah terjual hanya dalam jangka waktu enam bulan. Mengikuti kesuksesan SPA, Pikko Group mengembangkan SPG karena permintaan pasar di kawasan CBD tetap tinggi . (end)n

SURYA ESA PERKASA ALAMI PENURUNAN LABA 44,37 PERSEN HINGGA JUNI 2015

ESSA – 42110303nn IQPlus, (31/08) – PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) alami penurunan laba bersih sebesar 44,37 persen hingga Juni 2015 menjadi US$3,91 juta dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$7,04 juta.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, pendapatan turun menjadi US$21,58 juta dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang US$22,36 juta.nnSementara beban pokok malah naik menjadi US$12,15 juta dari beban pokok tahun sebelumnya yang US$7,21 juta membuat laba kotor merosot menjadi US$9,42 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$15,14 juta.nnLaba sebelum pajak turun jadi US$4,99 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang US$9,83 juta. Sementara total aset per Juni 2015 mencapai US$145,70 juta naik dari total aset per Desember 2014 yang US$139,55 juta. (end)n

ADHI KARYA PASTIKAN GELAR RIGHT ISSUE TAHUN INI

ADHI – 42080051nn IQPlus, (31/08) – Emiten konstruksi pelat merah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyakini, rencana penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue akan terlaksana pada tahun ini. nnHal tersebut seperti dikemukakan Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang ketika dihubungi beberapa waktu lalu.nn”Rights issue tetap di tahun ini. Sedangkan untuk saat ini masih dalam persiapan,” tambahnya.nnSebelumnya, perseroan memutuskan untuk menunda pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang beragendakan pelaksanaan penawaran umum terbatas. nnNah, RUPSLB yang direncanakan pada 27 Agustus 2015 lalu, diundur menjadi tanggal 16 September 2015. Hal ini dilakukan seiring dengan kondisi pasar saham yang sedang berfluktuaksi. nnKendati demikian, perseroan tetap akan menawarkan porsi saham dengan jumlah sama, dengan menawarkan sebanyak 1,81 miliar saham ke publik atau sebanyak 50,2% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp100. nnSementara untuk harga, emiten pelat merah ini menawarkan harga rights issue dikisaran Rp1.510-Rp2.400 per saham. Adapun target dana yang akan dihimpun dari rights issue ini sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,3 triliun.nnRencananya, dana dari hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk membangun light rail transit (LRT). Yang mana, hingga kini perseroan masih menunggu keputusan Presiden untuk memulai pengerjaan proyek tersebut. (end/fu)n

ARUS INVESTASI ASING KE INDONESIA TERTINGGI SE-ASEAN

EKOM – 42131236nn IQPlus, (31/08) – Arus investasi asing yang masuk ke Indonesia pada semester I-2015 mencapai 31 persen atau tertinggi se-ASEAN, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.nnFranky dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, mengatakan berdasarkan pada data Financial Times, arus investasi asing yang masuk ke Indonesia sebesar 13,66 miliar dolar AS atau 31 persen di antara sepuluh negara anggota ASEAN.nnMenurut dia, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan denganti Vietnam yang menyerap 7,53 miliar dolar AS (17 persen) dan Malaysia sebesar 7,01 miliar dolar AS (16 persen).nn”Data ini memberikan gambaran bahwa di tengah kondisi ekonomi global yang melambat, Indonesia masih potensial sebagai negara tujuan investasi utama di ASEAN,” tambahnya.nnFranky menuturkan, secara global arus investasi sepanjang semester I-2015 mencapai 311 miliar dolar AS, turun 15,8 persen dibandingkan semester I-2014 sebesar 369,5 miliar dolar AS.nnKendati demikian, arus investasi yang masuk ke Asia Pasifik semester I-2015 naik 9,2 persen sebesar 137,3 miliar dolar AS dibandingkan semester I-2014 sebesar 125,8 miliar dolar AS “Asia Pasifik menjadi satu-satunya wilayah yang masih mencatatkan pertumbuhan arus positif,” katanya.nnFranky merinci negara asal investasi yang masuk ke ASEAN sepanjang semester I-2015 yakni Tiongkok (17 persen), Jepang (15 persen), Thailand (12 persen), Korea Selatan (12 persen), Singapura (10 persen), Amerika Serikat (9 persen), Malaysia (3 persen), Jerman (3 persen), Taiwan (2 persen) dan Swiss (2 persen).nnMenurut dia, negara 10 besar asal investasi ke ASEAN, sudah sejalan dengan fokus pemasaran investasi yang ditetapkan BKPM.nnIntinya, Indonesia masih menjadi negara ASEAN yang paling diminati investor asing, kata Franky. (end)n

SAHAM SUZUKI NAIK USAI VW DIMINTA LEPAS SAHAMNYA DI SUZUKI

INEW – 42092301nn IQPlus, (31/08) – Saham Suzuki Motor Corp. naik usai arbitrase meminta Volkswagen untuk menjual 19,9 persen sahamnya di perusahaan otomotif Jepang tersebut mengakhiri kekisruhan selama empat tahun terakhir.nnSaham Suzuki naik 4,6 persen menjadi 4340,5 yen sebelum akhirnya berada di 4287,5 yen pada jam 9.10 waktu Tokyo. VW akan menjualnya usai permintaan arbitrase, kata perusahaan itu dalam pernyataan Minggu.nn”Saham Suzuki sepertinya akan meningkat hingga perusahaan mengumumkan secara resmi pembelian kembali sahamnya,” kata analis Jefferies Group, Takata Nakanishi dalam laporannya.nnPengakhiran kisruh ini akan membuat Suzuki bisa mendapatkan mitra baru usai kerjasama dengan VW gagal menghasilkan proyek bersama. (end)n

PERTAMINA AJAK PERUSAHAAN KUWAIT KEMBANGKAN KILANG

EKOM – 42152501nn IQPlus, (31/08) – PT Pertamina mengajak perusahaan perminyakan asal Kuwait, Kuwait Petroleum Company (KPC), untuk bekerja sama di berbagai bidang perminyakan misalnya dalam hal mengembangkan dan pembuatan kilang minyak di Indonesia.nn”Kuwait berminat kerja sama di bidang ‘upstream’ (hulu),” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto setelah menemani Wakil Presiden Jusuf Kalla menemui perwakilan KPC di kantor Wapres, Jakarta, Senin.nnMenurut Dwi, selain mengajak untuk lebih banyak lagi dalam melakukan eksplorasi minyak di Indonesia, KPC tertarik dalam pembuatan kilang.nnApalagi, ujar dia, Pertamina juga telah memiliki sejumlah rencana strategis terkait pengembangan kilang minyal di berbagai daerah di Tanah Air sehingga nanti juga akan dapat diarahkan ke sana.nn”Kami akan pilih (pembuatan pengembangan kilang) sesuai prosedur yang ada,” katanya.nnIa juga mengatakan, KPC juga tertarik dengan pengembangan petrokimia di Indonesia, serta pada bidang pengembangan sumber daya manusia.nnPertamina diundang oleh pihak bisnis industri KPC yang memiliki banyak manfaat yang bisa digunakan oleh tenaga kerja perusahaan BUMN nasional tersebut.nn”Secara detil akan dilihat di mana saja di Indonesia yang bisa kerja sama untuk eksplorasi,” kata Dirut Pertamina.nnSebelumnya, Wakil Ketua Panitia Khusus Rancangan Tata Ruang Wilayah DPRD Kalimantan Timur Syafruddin mengingatkan pemerintah soal rencana membangun kilang minyak di Bontang harus disesuaikan dengan RTRW Provinsi Kaltim 2014-2034. (end)n

HIPMI INGINKAN ADA DEREGULASI SEJUMLAH SEKTOR PEREKONOMIAN

EKOM – 42065552nn IQPlus, (31/08) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menginginkan adanya deregulasi atau pelonggaran aturan di sejumlah sektor perekonomian dalam rangka meningkatkan gairah aktivitas perekonomian yang saat ini sedang mengalami perlambatan.nn”Yang terjadi sekarang terjadi pengetatan dimana-mana. Mana ada investor berminat,” kata Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia di Jakarta, Minggu.nnUntuk itu, ujar dia, Hipmi menantang pemerintah berani mengambil kebijakan yang dapat memulihkan perekonomian meski kebijakan tersebut kemudian tidak populer.nnHal tersebut, lanjutnya, adalah deregulasi yang diterapkan seperti di sektor pertambangan dan perikanan guna mengatasi hambatan-hambatan ekspor dan fiskal.nn”Di sektor-sektor ini harus dideregulasi atau pelonggaran, relaksasi dan sejenisnya,” jelas Bahlil.nnSebagaimana diberitakan, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melakukan langkah deregulasi sejumlah aturan demi mempermudah investor masuk ke Indonesia.nnLangkah itu diputuskan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (19/8), yang dihadiri sejumlah menteri terkait.nn”Hal yang jadi konsen Bapak Presiden adalah masih banyaknya regulasi yang menghambat, maka diputuskan deregulasi sehingga memberikan kemudahan, kenyamanan bagi investor untuk masuk ke Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung.nnSementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memastikan sektor pariwisata tidak memerlukan deregulasi terhadap aturan-aturan yang menghambat sektor pariwisata. (end)n

RAMAYANA BARU BUYBACK 15,34 JUTA LEMBAR SAHAMNYA

RALS – 42113244nn IQPlus, (31/08) – PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) kembali melakukan buyback saham dimana pembelian kembali dilakukan pada 26-28 Agustus 2015.nnSuryanto, Direktur Perseroan dalam keterangannya Senin menyebutkan bahwa nilai transaksi pembelian sebesar Rp6.888.933.000 dimana jumlah yang dibeli mencapai 11.343.900 saham.nnTotal saham perseroan yang sudah di buyback sebanyak 15.343.900 saham dengan harga rata-rata Rp604,48 per saham dan total dana yang bisa digunakan sebesar Rp9.275.045.789.nnPersentase jumlah saham yang telah dibuyback mencapai 2,32 persen dari total yang akan dilaksanakan dan sisa dana buyback mencapai Rp390.724.954.211. (end)n

LABA TIMAH TURUN TAJAM HINGGA PERIODE JUNI 2015

TINS – 42080000nn IQPlus, (31/08) – PT Timah Tbk (TINS) alami penurunan laba tajam sebesar 98,50 persen pada periode hingga Juni 2015 menjadi Rp5,02 miliar dari laba periode sama tahun sebelumnya yang diraih Rp334,65 miliar.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan bahwa pendapatan usaha meningkat menjadi Rp3,21 triliun dari pendapatan usaha tahun sebelumnya Rp2,75 triliun.nnBeban pokok pendapatan naik jadi Rp2,95 triliuin dari beban pokok tahun sebelumnya Rp2,09 triliun dan laba bruto turun jadi Rp262,77 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp652,21 miliar.nnLaba sebelum pajak turun tajam menjadi Rp13,93 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp419,77 miliar. Sedangkan total aset per Juni 2015 mencapai Rp9,36 triliun turun dari total aset per Desember 2014 yang Rp9,84 triliun. (end)n

TIPHONE DAN ARIMA COMMUNICATIONS BANGUN PABRIK PONSEL DI INDONESIA

TELE – 42131110nn IQPlus, (31/08) – Sebuah pabrik ponsel cerdas dari Taiwan, Arima Communications menganggandeng PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) untuk mengembangkan pabrik ponsel di Indonesia. Pabrik tersebut rencananya akan berlokasi di Delta Silikon, Cikarang, Jawa Barat.nnKedua perusahaan tersebut sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang segera ditindak lanjuti proses agreement-nya dalam waktu dekat.nnPenandatangan dokumen kesepakatan dilakukan hari ini oleh Direktur Utama TELE Tan Lie Pin dengan KC Chen disaksikan oleh Dirjen Komunikasi dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan, dan Cho Shin Chao, Deputy Minister of Economic Taiwan di Kantor Pusat (TELE) PT Tiphone Mobil Indonesia, Jakarta.nnDalam perusahaan patungan tersebut, TELE melalui anak perusahaannya akan memiliki 55% saham di PT Adi Reka Mandiri, sedangkan sisanya 45% dimiliki oleh Arima. nnPada tahap awal, pabrik ponsel cerdas ini diharapkan dapat menampung sekitar 200 hingga 300 orang tenaga kerja Indonesia. Pabrik akan beroperasi mulai Januari 2016 dengan kapasitas awal 300.000 unit per bulan pada enam bulan pertama dan akan terus ditingkatkan.nnDirektur Utama TELE, Tan Lie Pin, mengatakan, kerjasama ini merupakan bentuk kepercayaan investor asing terhadap industri ponsel di Tanah Air yang pasarnya masih akan terus berkembang. nnSelain itu lanjutnya, pendirian pabrik ponsel cerdas di Indonesia ini merupakan salah satu komitmen perusahaan nasional tersebut dalam meningkatkan kandungan lokal untuk produk ponsel yang diproduksinya.nn”Kami berharap pada tahun pertama, tingkat kandungan bahan baku dalam negeri sudah bisa mencapai 20% dan ditargetkan akan meningkat beberapa tahun ke depan sesuai dengan peraturan pemerintah, dengan memanfaatkan sepenuhnya industri penunjang di dalam negeri,” kata Tan Lie Pin.nnDipilihnya Arima, menurut Tan Lie Pin, karena perusahaan Taiwan tersebut telah berpengalaman dalam pengembangan ponsel cerdas Android untuk beberapa merek global, seperti Motorola, Acer, LG dan memenuhi kebutuhan NTT DoCoMo. Selain itu, Arima juga memiliki keuunggulan dari sisi Riset dan Pengembangan. nnSaat ini Arima memiliki 4.000 karyawan dan 1.000 diantaranya di departemen R&D, sebanyak 550 orang bekerja di R&D di Taiwan dan 450 orang di China. “Kami berharap pada tahun depan setelah beroperasinya pabrik ini, R&D tidak lagi ada Taiwan atau China tetapi di Indonesia sepenuhnya,” kata Tan Lie Pin, yang biasa disapa Lily Salim ini.nnSelain memproduksi ponsel cerdas (OEM) beberapa merek, PT Adi Reka Mandiri juga akan memproduksi berbagai komponen ponsel untuk keperluan industri, seperti yang juga dilakukan Arima di Fujian, China dan di Sao Paolo, Brazil. (end/as)n

CHAMPION PASIFIC ALAMI PENURUNAN LABA 9,5 PERSEN HINGGA JUNI 2015

IGAR – 42093436nn IQPlus, (31/08) – PT Champion Pasific Indonesia Tbk (IGAR) alami penurunan laba sebesar 9,50 persen menjadi Rp16,87 miliar atau Rp17,35 per saham hingga periode Juni 2015 dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya yang Rp18,64 miliar atau Rp19,18 per saham.nnLaporan keuangan perseroan Senin menyebutkan pendapatan naik tipis jadi Rp369,32 miliar dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp367,13 miliar dan beban pokok naik jadi Rp313,81 miliar dari beban pokok tahun sebelumnya Rp308,32 miliar.nnLaba kotor turun jadi Rp55,51 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp58,80 miliar dan laba usaha turun jadi Rp37,75 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp41,70 miliar.nnLaba sebelum pajak turun jadi Rp37,29 miliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp41,11 miliar. Sedangkan total aset per Juni 2015 mencapai Rp385,15 miliar naik dari total aset per Desember 2014 yang Rp349,88 miliar. (end)n

PENJUALAN ABMM DI SEMESTER I TURUN 6,06 PERSEN

ABMM – 42155302nn IQPlus, (31/08) – PT ABM Investama Tbk (ABMM) dalam periode enam bulan pertama tahun ini mencatat adanya penurunan pada penjualan dan pendapatan jasanya dibanding periode serupa tahun lalu.nnPenurunan tersebut tentunya berimbas terhadap perolehan laba perseroan yang tercatat ikut mengalami penurunan.nnDalam laporan keuangannya, Senin, penjualan dan pendapatan jasa yang dibukukan dalam enam bulan pertama tahun ini oleh ABMM tercatat sebesar US$338,73 juta, turun 6,06% dari periode sama tahun lalu.nnBeban pokok penjualan dan pendapatan jasa turun 5,33% menjadi US$272,98 juta dari sebelumnya US$288,37 juta. Laba kotor turun menjadi US$65,74 juta dari sebelumnya US$72,23 juta.nnAdanya penurunan pada beban usaha sebesar 15,31% sempat membuat laba usaha naik menjadi US$26,49 juta dari sebelumnya US$25,97 juta. Namun, meningkatnya biaya keuangan 5,38% membuat laba sebelum pajak turun menjadi US$7,58 juta dari sebelumnya US$8,13 juta.nnSedang laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi US$4,26 juta dari sebelumnya US$5,02 juta dan laba per saham turun menjadi US$0.00155 dari sebelumnya US$0.00182 per saham.nnSementara total aset sampai dengan Juni 2015 naik tipis menjadi US$1,20 miliar dari sebelumnya US$1,13 miliar di akhir 2014. (end/dd)n