JELANG LIBUR LEBARAN EMAS ANTAM TURUN JADI Rp528.000/GRAM

COMD – 05092451nn IQPlus, (25/07) – Penurunan harga emas Antam berlanjut lagi menjelang libur panjang Idul Fitri. Setelah sempat stagnan kemarin, kini harga jual maupun buyback emas batangan turun Rp1.000 per gram.nnEmas untuk ukuran 1 gram untuk hari ini dibanderol dengan harga Rp528.000 per gram. Sedangkan untuk buyback emas batangan dari konsumen kali ini dihargai Rp468.000 per gram, seperti dikutip dari logammulia.com.nnAdapun stok ukuran emas batangan hingga saat ini seluruhnya masih aman, baik dari ukuran 1 gram sampai dengan 500 gram semuanya tersedia di Antam. nnBerikut adalah patokan harga jual beberapa ukuran emas batangan Antam untuk hari ini;nn- ukuran 1 gram Rp528.000n- ukuran 5 gram Rp2.495.000n- ukuran 10 gram Rp4.940.000n- ukuran 25 gram Rp12.275.000n- ukuran 50 gram Rp24.500.000n- ukuran 100 gram Rp48.950.000n- ukuran 250 gram Rp122.250.000n- ukuran 500 gram Rp244.300.000. (End/dd)n

LABA INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL TURUN SIGNIFIKAN DI AKHIR JUNI

IMAS – 05145627nn IQPlus, (25/07) – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mengalami penurunan laba yang cukup signifikan di akhir Juni 2014 dibandingkan dengan perolehan laba di periode yang sama tahun lalu.nnDalam laporan keuangan perseroan, Jumat, disebutkan hingga akhir Juni 2014 IMAS hanya mampu membukukan laba Rp32,42 miliar, sementara perolehan laba perseroan pada periode yang sama tahun lalu tercatat mencapai Rp370,06 miliar.nnAdapun penyebab merosotnya laba perseroan yakni adanya penurunan pada pendapatan neto yang turun dari sebelumnya Rp10,49 triliun di akhir Juni 2013 menjadi Rp9,24 triliun di akhir Juni 2014. Selain itu, adanya peningkatan pada beberapa beban perseroan juga memberi imbas terhadap turunnya laba perseroan.nnBeberapa beban yang mengalami peningkatan di akhir Juni 2014 yakni beban usaha meningkat 9,64% menjadi Rp1,16 triliun dari sebelumnya Rp1,06 tirliun, sedangkan beban keuangan naik 47,82% menjadi Rp343,71 miliar dari sebelumnya 232,52 miliar.nnSementara itu, liabilitas perseroan pada akhir Juni 2014 tercatat meningkat menjadi Rp17,20 triliun. Sedangkan ekuitas turun menjadi Rp6,47 triliun. Adapun total aset sampai dengan akhir Juni 2014 naik menjadi Rp23,67 triliun. (End/dd)n

BANK MANDIRI RAIH LABA KUARTAL II SEBESAR Rp9,6 TRILIUN

BMRI – 05063719nnn IQPlus, (25/07) – Bank Mandiri (Persero) Tbk meraih laba bersih Rp9,6 triliun hingga kuartal II 2014, atau tumbuh 15,6 persen dibanding periode yang sama di 2013 sebesar Rp8,3 triliun.nnPertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan pendapatan bunga bersih dan pertumbuhan pendapatan atas jasa (fee based income), kata Direktur Utama Bank Mandiri Budi G Sadikin di Jakarta, Kamis.nnHingga kuartal II 2014, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) Mandiri sebesar Rp19,4 triliun atau tumbuh 17,6 persen dari periode yang sama di 2013 sebesar Rp16,4 triliun.nn”Sehingga LDR-nya (rasio pembiayaan terhadap pendanaan/loan to deposit ratio) mencapai 86,97 persen,” ujarnya.nnRasio tersebut masih di bawah batas ketentuan Bank Indonesia yang menetapkan rasio LDR sebesar 91 persen.nnSedangkan, pendapatan atas jasa (fee based income) hingga kuartal II, kata Budi, mencapai Rp7,3 triliun atau tumbuh 11,5 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp6,5 triliun.nnBudi mengatakan kuartal II dan kuartal I pada 2014 memang menjadi masa yang cukup sulit bagi perbankan, karena pelambatan di beberapa sektor.nn”Karena susah, jangan yang dilihat hanya laba, tapi kami juga terus menjaga likuiditas,” ucapnya.nnHingga kuartal II 2014, total kredit yang telah disalurkan Bank Mandiri mencapi Rp485,8 triliun, atau tumbuh 13,3 persen dari Rp428,7 triliun di kuartal II 2013.nnKomposisi dari penyaluran kredit itu ditopang dari kredit untuk sektor produktif yang mencapai Rp370,1 trilun dan UMKM, –berdasarkan paparan Budi–, mencapai Rp65,8 triliun. (End)

KONTRIBUSI BELFOODS KE PENDAPATAN SIPD BAKAL MENINGKAT TAHUN INI

SIPD – 05111635nn IQPlus, (25/07) – PT Sierad Produce Tbk (SIPD) berencana menggenjot bisnis makanan olahannya melalui produk nugget (Bellfoods), dan sosis & bakso biasa dikenal Bellfoods Royals. Pihaknya menargetkan, tahun ini divisi makanan olahan bakal berkontribusi sebesar 30-40% terhadap pendapatannya pada tahun 2014.nn”Tahun lalu, kontribusinya hanya sebesar 10-15 persen. Untuk tahun ini, kami berharap kontribusinya bisa mencapai 30-40% ke pendapatan perseroan,” kata Corporate Finance sekaligus Sekretaris Perusahaan SIPD, Awi Tantra, dalam acara buka bersama wartawan, di Jakarta, Kamis. n nMenurut Awi Tantra, divisi makanan olahan saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Apalagi, di bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri permintaan makanan olahan akan naik sebesar 30-40% jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.nn”Di bulan-bulan biasa, permintaan makanan olahan itu sekitar 600 sampai 700 ton. Namun, jika Ramadhan dan Lebaran bisa menvapai 900 hingga 1.000 ton. Karena, nugget sosis dan bakso konsumsi terbesar rumah tangga,” kata dia.nnLebih lanjut, Awi Tantra mengatakan, pasalnya tidak hanya permintaan dari pasar ritel saja, perseroan juga harus memenuhi kebutuhan makanan olahan untuk restoran-restoran cepat saji seperti, KFC, MCD dan Hoka-Hoka Bento.nn”Tidak hanya melayani pasar ritel saja, kami juga jual produk makanan olahan SIPD melalui jaringan toko-toko kami yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan,” ujarnya.nnAwi Tantra mengaku, kapasitas pabrik makanan olahan perseroan saat ini 1.000 ton dari total kapasitas sebesar 2.000 ton per bulan. Sementara, pangsa pasr produk makanan olahan milik perseroan ini baru mencapai 10%. Kedepan, perseroan akan menambah jaringan distribusi makanan olahan dari saat ini baru 11 menjadi 14 distributor hingga akhir tahun 2014.nn”Selain di Pulau Jawa, kami juga punya distributor di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Kami akan tambah sekitar 3 distributor lagi pada tahun ini,” pungkasnya. (End/fu)n

LONDON SUMATERA RAIH PENJUALAN Rp2,37 TRILIUN

LSIP – 05163254nnn IQPlus, (25/07) – Perusahaan Perkebunan London Sumatera Tbk (LSIP) meraih penjualan sebesar Rp2,37 triliun per Juni 2014 naik dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang Rp1,93 triliun dan beban pokok penjualan naik jadi Rp1,52 triliun dibandingkan beban pokok tahun sebelumnya Rp1,50 triliun.nnLaba bruto naik jadi Rp855,63 miliar dibandingkan laba bruto tahun sebelumnya yang Rp424,33 miliar dan laba usaha naik jadi Rp633,46 miliar dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya Rp239,63 miliar.nnLaba periode berjalan diraih Rp470,66 miliar naik dibandingkan laba periode berjalan tahun sebelumnya Rp178,47 miliar. Total aset per Juni 2014 mencapai Rp8,53 triliun dari total aset per Desember 2013 yang Rp7,97 triliun. (End)

MARTINA BERTO ALAMI PENURUNAN LABA BERSIH JADI Rp3,87 MILIAR

MBTO – 05080351nnn IQPlus, (25/07) – PT Martina Berto Tbk (MBTO) alami penurunan laba bersih sebesar 78,59 persen per Juni 2014 menjadi Rp3,87 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp18,10 miliar.nnLaporan keuangan Jumat menyebutkan penjualan neto turun jadi Rp308,18 miliar dibandingkan penjualan neto tahun sebelumnya yang Rp337,41 miliar dan beban pokok penjualan turun jadi Rp152,11 miliar dibandingkan beban pokok penjualan tahun sebelumnya Rp163,21 miliar.nnLaba bruto turun jadi Rp156,06 miliar dibandingkan laba bruto tahun sebelumnya yang Rp174,19 miliar. Laba usaha turun jadi Rp7,28 miliar dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya yang Rp22,61 miliar.nnLaba sebelum pajak penghasilan turun jadi Rp6,59 miliar dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp24,24 miliar. (End)

GUDANG GARAM BUKUKAN LABA Rp2,71 TRILIUN

GGRM – 05135238nn IQPlus, (25/07) – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) hingga akhir semester l tahun ini berhasil membukukan laba Rp2,71 triliun atau meningkat 23,19% bila dibandingkan dengan raihan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya.nnKontribusi perolehan laba perseroan di semester l ini berasal dari adanya peningkatan pada pendapatan dan pendapatan lainnya serta adanya laba dari kurs bersih.nnLaporan keuangan yang dirilis, Jumat menyebutkan, pendapatan perseroan sepanjang semester l meningkat 22,64% menjadi Rp32,67 triliun dibanding sebelumnya Rp26,64 triliun, sementara pendapatan lainnya meningkat 53,54% menjadi Rp34,10 miliar dari sebelumnya Rp22,21 miliar. Adapun laba yang diraih dari kurs bersih sebesar Rp117,56 miliar.nnSementara itu, beban pokok penjualan di semester l naik menjadi Rp26,19 triliun dari sebelumnya Rp21,34 triliun, laba bruto naik menjadi Rp6,47 triliun dari sebelumnya Rp5,30 triliun dan laba sebelum pajak naik menjadi Rp3,65 triliun dari sebelumnya Rp2,98 triliun.nnSeiring dengan kinerja perseroan yang baik di semester l, total aset produsen rokok juga ikut tumbuh menjadi Rp53,84 triliun dari aset perseroan di akhir tahun 2013 sebesar Rp50,77 triliun. (End)n

PGN SIAPKAN Rp1 TRILIUN BANGUN PIPA GAS DI RIAU

PGAS – 05094330nnn IQPlus, (25/07) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun lebih untuk membangun jaringan pipa di Riau yang menghubungkan Kota Duri, Kabupaten Bengkalis ke Kota Dumai yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2016.nn”Kita menyiapkan investasi Rp1 trilun lebih untuk mengalirkan gas dari Duri ke Dumai melalui pipa dan material pendukung dengan jarak 100 kilometer,” ujar General Manager PGN Strategic Business Unit (SBU) III Sumbagut Yosviandry di Pekanbaru, Jumat.nnSesuai rencana, lanjutnya, PGN akan mendistribusikan gas ke Dumai bagi kalangan dunia industri, kemudian sektor jasa seperti perhotelan, restoran, rumah makan dan pelanggan rumah tangga di daerah yang dijuluki kota pelabuhan tersebut.nnDalam merealisasikan niatnya tersebut, maka dibutuhkan berbagai material seperti pipa untuk mengalirkan gas baik yang berukuran besar maupun kecil, sistem monitoring gas dan lain sebagainya yang membutuhkan biaya besar.nn”Untuk material dan lain-lain itu tidak kurang dari Rp1 triliun. Sedangkan untuk lahan, kami tidak melakukan pembebasan karena menggunakan bahu jalan raya yang menhubungkan Duri-Dumai sepanjang 100 kilometer,” katanya.nnMenurutnya, PGN menargetkan pada tahun ini akan dilaksanakan tender pengadaan konstruksi pipa sepanjang 100 kilometer yang diharapkan dapat langsung dikerjakan oleh pemenang tender untuk mengalirkan gas diwilayah itu.nn”Awal 2016, kita sudah dapat mengalirkan gas dari Sumatra Selatan ke industri dan rumah tangga yang berada di Dumai. Rencananya, pipa Duri-Dumai akan dilanjutkan hingga Sumatra Utara ke tahap berikutnya, sehingga menjadi solusi terkait krisis energi di wilayah itu,” ucapnya.nnKepala Area PGN Pekanbaru Wendi Purwanto menambahkan, saat ini pelanggan PGN di provinsi itu hanya terbatas pada dunia industri seperti PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) di Perawang, Kabupaten Siak dengan kebutuhan 17 standar metrik kaki kubik per hari (mmscfd).nnKemudian dua perusahaan penghasil minyak dan gas bumi (migas) yang dijadikan untuk tenaga listrik yakni Pertamina Lirik yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu dan Pertamina Ukui yang berada di Kabupaten Pelalawan masing-masing sebesar satu mmscfd. (End/ant)

PENJUALAN BERSIH SIERAD PRODUCE TURUN 39,26 PERSEN

SIPD – 05150508nnn IQPlus, (25/07) – Penjualan bersih PT Sierad Produce Tbk (SIPD) turun 39,26 persen pada semester pertama 2014 menjadi Rp1,27 triliun dibandingkan penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp2,10 triliun.nnLaporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan beban pokok penjualan turun jadi Rp1,02 triliun dibandingkan beban pokok tahun sebelumnya yang Rp1,81 triliun.nnLaba kotor turun jadi Rp254,22 miliar dibandingkan laba kotor sebelumnya Rp294,94 miliar. Beban usaha turun jadi Rp171,18 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp213,76 miliar.nnLaba usaha naik jadi Rp83,04 miliar dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya Rp81,17 miliar. Beban lain-lain turun jadi Rp66,38 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp72,96 miliar dan laba sebelum pajak naik jadi Rp16,66 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp8,21 miliar. Laba tahun berjalan turun jadi Rp2,89 miliar dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya yang Rp5,13 miliar. Total aset per Juni 2014 turun jadi Rp2,91 triliun dibandingkan total aset per Desember 2013 yang Rp3,15 triliun. (End)n

MAYORITAS BURSA AS ALAMI PENURUNAN

INEW – 05063554nnn IQPlus, (25/07) – Saham-saham di Wall Street berakhir sedikit berubah pada Kamis (Jumat pagi WIB), dengan S&P 500 naik tipis ke rekor baru setelah data ekonomi dan laporan laba perusahaan AS bervariasi.nnIndeks Dow Jones Industrial Average menyusut 2,83 poin (0,02 persen) menjadi 17.083,80, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 1,59 poin (0,04 persen) menjadi 4.472,11.nnIndeks berbasis luas S&P 500 naik 0,97 poin (0,05 persen) menjadi 1.987,98, merangkak naik ke rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.nnPenjualan rumah baru keluarga tunggal turun 8,1 persen pada Juni ke laju tahunan 406.000 unit, kata Departemen Perdagangan.nnDi sisi positif, klaim baru untuk manfaat asuransi pengangguran AS meluncur ke tingkat terendah delapan tahun pada pekan lalu, jatuh 19.000 menjadi 284.000, Departemen Tenaga Kerja melaporkan.nnSaham Facebook melonjak 5,2 persen setelah labanya naik lebih dari dua kali lipat menjadi 791 juta dolar AS. Tetapi General Motors jatuh 4,5 persen karena laba kuartal keduanya merosot 85 persen menjadi 190 juta dolar AS, menyusul biaya besar untuk penarikan. (End)

CIPUTRA DEVELOPMENT DALAM ENAM BULAN BUKUKAN LABA Rp600,57 MILIAR

CTRA – 05113140nn IQPlus, (25/07) – PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan laba Rp600,57 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini. Jumlah ini meningkat 40,18% dibanding laba periode yang sama tahun lalu sebesar Rp428,43 miliar.nnMeningkatnya laba didorong oleh naiknya pendapatan perseroan sebesar 13,40% dari Rp2,48 triliun di enam bulan pertama tahun lalu menjadi Rp2,81 triliun di enam bulan pertama tahun ini, demikian seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan, Jumat.nnDisamping itu, adanya perolehan laba dari penjualan aset tetap serta meningkatnya pendapatan keuangan dan bagian laba entitas asosiasi semakin mendongkrak perolehan laba perseroan tersebut.nnAdapun beban pokok penjualan dan beban langsung perseroan ndalam enam bulan pertama tahun ini meningkat menjadi Rp1,34 triliun dari Rp1,26 triliun, laba kotor naik menjadi Rp1,46 triliun dari Rp1,21 triliun, laba sebelum pajak naik menjadi Rp944,53 miliar dari 798,55 miliar dan laba per saham dasar naik menjadi Rp39,6 per saham dari sebelumnya Rp28,2 per saham.nnSedangkan untuk aset perseroan sampai dengan akhir Juni 2014 naik menjadi Rp21,52 triliun dari sebelumnya Rp20,11 triliun di akhir tahun 2013, dengan jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp11,27 triliun di akhir Juni 2014. (End/dd)n

PENDAPATAN CHANDRA ASRI CAPAI US$1,29 MILIAR PER JUNI 2014

TPIA – 05164258nnn IQPlus, (25/07) – PT Chandra Asri Tbk (TPIA) meraih pendapatan bersih sebesar US$1,29 miliar per Juni 2014 naik dibandingkan pendapatan bersih tahun sebelumnya US$1,21 miliar.nnLaba kotor naik jadi US$1,24 miliar dibandingkan laba kotor tahun sebelumnya US$1,18 miliar dan laba sebelum pajak diraih US$8,27 miliar naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$7,49 miliar.nnSedangkan laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$6,51 juta naik dari laba periode sama tahun sebelumnya yang US$4,52 juta. nnJumlah aset perseroan hingga Juni 2014 mencapai US$1,92 miliar naik tipis dari jumlah aset per Desember 2013 yang US$1,91 miliar. (End)

COLORPAK INDONESIA RAIH LABA US$3,10 JUTA HINGGA JUNI 2014

CLPI – 05081606nnn IQPlus, (25/07) – PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) meraih kenaikan laba periode berjalan hingga Juni 2014 menjadi US$3,10 juta dibandingkan laba periode berjalan tahun sebelumnya yang US$1,96 juta.nnLaporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan penjualan neto turun jadi US$34,49 juta dibandingkan penjualan neto tahun sebelumnya yang US$36,69 juta.nnBeban pokok penjualan turun jadi US$28,74 juta dibandingkan beban pokok penjualan tahun sebelumnya yang US$31,56 juta dan laba bruto naik jadi US$5,76 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang US$5,14 juta.nnLaba usaha juga naik jadi US$4,20 juta dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya yang US$3,02 juta. Dan laba sebelum pajak naik jadi US$3,90 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang US$2,79 juta. (End)

BAKRIE TELECOM RUGI SEBESAR Rp316,85 MILIAR

BTEL – 05135320nnn IQPlus, (25/07) – PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) merugi sebesar Rp316,85 miliar hingga Juni 2014 meningkat dibandingkan rugi tahun sebelumnya yang Rp292,68 miliar.nnLaporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan pendapatan usaha turun jadi Rp831,84 miliar dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp1,17 triliun.nnBeban usaha turun jadi Rp899,97 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya yang Rp1,01 triliun, meski demikian rugi usaha tetap diderita sebesar Rp126,95 miliar dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya yang Rp101,47 miliar.nnMeski beban lain-lain neto turun jadi Rp189,88 miliar dibandingkan beban lain-lain tahun sebelumnya yang Rp427,32 miliar. Rugi sebelum pajak turun jadi Rp316.83 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp325,85 miliar. (End)

LABA BERSIH PANIN FINANCIAL CAPAI Rp742,89 MILIAR

PNLF – 05093526nnn IQPlus, (25/07) – Laba bersih yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk PT Panin Financial Tbk (PNLF) alami kenaikan menjadi Rp742,89 miliar hingga Juni 2014 jika dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp606,04 miliar.nnLaporan keuangan Jumat menyebutkan pendapatan bersih turun tipis jadi Rp1,98 triliun dibandingkan pendapatan bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,99 triliun. Jumlah klaim dan manfaat bersih turun jadi Rp1,66 triliun dari jumlah tahun sebelumnya yang Rp1,77 triliun.nnLaba sebelum pajak naik jadi Rp794,98 miliar dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp606,04 miliar. Total aset perseroan hingga Juni 2014 mencapai Rp17,56 triliun naik dari total aset per Desember 2013 yang Rp16,19 triliun. (End)n

LABA TJIWI KIMIA TURUN 22,41 PERSEN

TKIM – 05152102nnn IQPlus, (25/07) – Laba neto PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun 22,41 persen menjadi US$17,08 juta per Juni 2014 dibandingkan laba neto periode sama tahun sebelumnya yang US422,02 juta.nnLaporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan penjualan neto turun jadi US$638,46 juta dibandingkan penjualan neto tahun sebelumnya yang US$662,29 juta.nnBeban pokok penjualan naik tipis jadi US$565,95 juta dari beban pokok tahun sebelumnya US$560,91 juta laba bruto turun jadi US$72,51 juta dibandingkan laba bruto tahun sebelumnya yang US$101,38 juta.nnBeban usaha turun jadi US$59,56 juta dari beban usaha tahun sebelumnya yang US$64,96 juta dan laba usaha turun jadi US$12,94 juta dari laba usaha tahun sebelumnya yang US$36,42 juta.nnBeban lain-lain turun jadi US$3,41 juta dari beban lain-lain tahun sebelumnya yang US$7,95 juta membuat laba sebelum pajak turun jadi US$9,53 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$22,02 juta. (End)

ASET BANK BNI CAPAI Rp400 TRILIUN

BBNI – 05063429nnn IQPlus, (25/07) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan aset tembus ke level Rp407,82 triliun pada Semester I-2014 atau mengalami pertumbuhan sebanyak 18,6% bila dibandingkan total aset BNI pada Semester I-2013, yaitu Rp 343,79 triliun.n n”Kenaikan total aset ditopang oleh pertumbuhan DPK sebesar 19,1% dari Rp263,82 triliun pada Semester I-2013 menjadi Rp314,19 triliun pada Semester I-2014. Namun, tidak semua DPK dialokasikan untuk aset”, kata Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo, dalam sebuah Press Conference Kinerja BNI Semester I-2014, di Jakarta, Kamis sore.nnGatot menambahkan bahwa kualitas DPK pun dijaga dengan fokus utama pada penghimpunan dana murah berupa Current Account Saving Account (CASA). Hal ini dilakukan dalam rangka menyeimbangkan antara porsi dana murah dengan dana mahal, dengan tujuan mengoptimalkan penyaluran kredit.nnUpaya untuk meningkatkan CASA dalam komposisi DPK BNI, tambah Gatot, terus dilakukan dengan menggiatkan berbagai program BNI sebagai Bank Transaksional (Transactional Banking), yang dapat meningkatkan pendapatan jasa (fee based income) dan pertumbuhan dana berbiaya rendah.nn”Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain adalah meningkatkan transaksi e-banking BNI yang sudah dikembangkan fiturnya dan diperkuat dengan kerja sama dengan pihak ketiga”, tandas Gatot. (End/ag)

KAS MENYUSUT DRASTIS, MALAYSIA AIRLINE BUTUH BANTUAN PEMERINTAH

INEW – 05114336nn IQPlus (25/07) – Malaysia diperkirakan akan menyelamatkan maskapainya dengan menyuntikkan modal keempat kalinya sejak terjadinya dua tragedi kecelakaan yang membakar kas perseroan, berdasarkan pernyataan analis dari dua lembaga pemberi pinjaman terbesar Malaysia. nnInduk perusahaan, Khazanah Nasional Bhd., diperkirakan akan menghabiskan setidaknya 2 miliar ringgit (US$629 juta) untuk memprivatisasi Malaysian Airline System Bhd. dan menambah modal kerja untuk 12 bulan ke depan, berdasarkan perkiraan Hong Leong Investment Bank Bhd. dan RHB Capital Bhd., seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat. nnSetidaknya hampir 5 miliar ringgit dalam bentuk kas telah diguyurkan sejak unit Penerbangan Malaysia Bhd. pertama kalinya menyelamatkan operator maskapai tersebut pada November 2002. nnKepala Global Restrukrisasi dan Praktek Kepailitan Firma Hukum Clifford Chance LLP, Mark Hyde menilai untuk maskapai yang tengah dirundung kesulitan karena alasan diluar dugaan, restrukrisasi dibutuhkan untuk kepentingan semua pihak. (End/ms)n

MENKO : RENEGOSIASI KONTRAK PERTAMBANGAN TAMBAH PENERIMAAN

EKOM – 05163453nnn IQPlus, (25/07) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung memastikan keberhasilan renegosiasi kontrak karya pertambangan akan menambah penerimaan negara dari royalti maupun bea keluar yang dibayarkan.nn”Diperkirakan untuk seluruh kontrak karya yang ada, di sisa tahun ini kita masih bisa mencapai lima-enam miliar dolar AS sebagai tambahan yang terkait renegosiasi ini,” ujarnya di Jakarta, Jumat.nnChairul mengatakan salah satu potensi tambahan penerimaan negara berasal dari kesepakatan renegosiasi kontrak pertambangan antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia, yang segera dilakukan penandatanganan perjanjian.nnMenurut dia, peningkatan penerimaan dari perusahaan mineral tambang tersebut berasal dari kenaikan royalti yang disepakati dalam renegosiasi dari satu persen menjadi 3,75 persen untuk emas dan tembaga serta penambahan bea keluar dan devisa ekspor.nn”Royalti yang dibayarkan langsung berlaku yang baru, dengan begitu pendapatan yang diterima jauh lebih besar dari sebelumnya. Kemudian, mereka tetap membayar bea keluar yang persentasenya ditetapkan peraturan pemerintah yang ada,” katanya.nnKeberhasilan renegosiasi kontrak pertambangan dengan PT Freeport, berarti perusahaan mineral tambang tersebut segera diperbolehkan untuk melakukan ekspor bahan konsentrat tertentu dengan tarif bea keluar yang telah disesuaikan.nn”Freeport harus mematuhi kesepakatan di nota kesepahaman, membayar uang jaminan, melakukan processing, setelah itu Kementerian ESDM baru mengeluarkan rekomendasi izin ekspor ke Kementerian Perdagangan,” ujar Chairul.nnDengan kemungkinan penambahan penerimaan serta kembalinya proses ekspor konsentrat, Chairul mengharapkan kinerja anggaran makin membaik dan defisit negara transaksi berjalan tidak makin melebar pada akhir tahun 2014.nn”Dengan ekspor seluruh mineral dalam bentuk konsentrat, kita akan mendapatkan nilai cukup besar, maka status ‘balance sheet’ akan membaik pada akhir tahun, dan defisit neraca berjalan tidak seburuk yang diramalkan selama ini,” katanya. (End)

TUNAS BARU LAMPUNG RAIH LABA BERSIH Rp211,76 MILIAR

TBLA – 05082607nn IQPlus, (25/07) – PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) hingga semester pertama tahun ini berhasil meraih laba bersih Rp211,76 miliar. Jumlah raihan ini meningkat hampir dua kali lipat dari perolehan laba bersih sebelumnya diperiode yang sama tahun lalu Rp121,35 miliar.nnHasil perolehan ini tentu tak lepas dari kinerja perseroan yang berhasil meningkatkan pendapatan usahanya dari Rp1,68 triliun di semester pertama tahun lalu menjadi Rp2,73 triliun di semester pertama tahun ini, seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan perseroan, Jumat.nnAdapun beban pokok penjualan sepanjang semester pertama tahun ini naik menjadi Rp2,13 triliun dari sebelumnya Rp1,22 triliun. Laba kotor yang diraih pada semester pertama tahun ini sebesar Rp603,53 miliar dari sebelumnya Rp457,71 miliar.nnSementara untuk laba sebelum pajak di semester pertama tahun ini tercatat naik menjadi Rp274,36 miliar dari sebelumnya Rp152,96 miliar, dan laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp42,85 per saham dari sebelumnya Rp24,55 per saham.nnSedangkan jumlah liabilitas perseroan sampai dengan semester pertama tahun ini sedikit mengalami penurunan, yakni menjadi Rp4,37 triliun dengan ekuitas naik menjadi Rp2,01 triliun di semester pertama tahun ini.nnTotal aset emiten dibidang perkebunan ini sampai dengan semester pertama meningkat menjadi Rp6,38 triliun dari total aset sebelumnya Rp6,21 triliun di akhir tahun 2013. (End/dd)n